PSC MAJALENGKA - Pegawai Negeri Sipil merupakan unsur aparatur negara yang harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam bertingkah laku, tindakan maupun ketaatan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menyelenggarakan kehidupan berkeluarga.

Peringatan yang keras bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang hobi selingkuh hingga sanksi pemecatan dari tempat bekerja, ternyata tidak membuat jera. Masih banyak PNS yang melakukan pelanggaran, dalam hal perselingkuhan. Aturan pun mereka abaikan.

Sangat miris sekali apa yang terjadi di lingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Majalengka, seorang PNS yang menjabat sebagai Sekretaris Camat (AJ) di Kantor Kecamatan Sumberjaya, diduga memiliki simpanan Wanita Idaman Lain (WIL).

Menurut keterangan narasumber (tidak mau disebutkan namanya) mengatakan ke awak media, kejadian tersebut sudah berlangsung lama kisaran 4 tahun, baru sekarang-sekarang ini ketahuan selingkuhnya.

“Waktu itu pagi-pagi saya minta kanta sandi hp si ayah dua-duanya. Kata si ayah buat apa minta kata sandi, kalau untuk sekedar pengen tau nanti saya kasi tau, kalau untuk mengecek isi hp saya tidak akan kasi tau. Saya jawab saya ingin mengetahui saja, tidak lebih. Tetapi saya mulai curiga, ternyata benar di dalam hp si ayah ada foto perempuan (N) yang beralamat di daerah Sumedang berpropesi sebagai guru Paud, sering berkomunikasi dengan si ayah, teleponan, video callan, dan yang bikin saya kaget ketika melihat isi chat percakapan di whastApp si ayah sama (N) mesra sekali layaknya sebagai suami istri dan berbau fornograpi.” Bebernya

“Setelah ketahuan isi hp nya seperti itu, si ayah marah ngucapkan kata-kata yang tidak sepantasnya seorang suami mengatakan seperti itu terhadap istrinya. Setelah di desak akhirnya mengakuinya, bahwa (N) itu pelatih senam di Kecamatan Sumberjaya, padahal kenyataannya (N) bekerja sebagai guru Paud di daerah Sumedang. Kejadiannya sudah lama pa, kurang lebih 4 tahunan, dan baru ketahuan dua minggu kebelakang, karena saya sudah menaruh curiga atas tingkah laku si ayah, hari sabtu dan minggu sering masuk kerja alasannya ada kerjaan diluar kantor.” Ucapnya

Untuk melengkapi pemberitaan kemudian awak media mendatangi Kantor Kecamatan Sumberjaya, coba konfirmasi kepada Sekcam (AJ), diterima langsung diruangannya. Sekcam (AJ) mangatakan kepada awak media Bahwa kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu, hanya sebatas obrolan biasa antara guru dan murid. Rabu (30/11/2022)

“Itu bukan selingkuh pa, hanya sekedar bel-belan. Itukan dulunya pernah murid ngaji, tidak pernah sampai ketemu apalagi sampai melakukan hal yang tidak baik, hanya bel-belan saja ngobrol tanya kabar dan sapa, itu yang sebenarnya. Kebetulan sudah lama ga ketemu karena saya sibuk kegiatan, cuman komunikasi lewat handphone saja belum pernah ketemu. Dulu mah waktu masih aktif mengaji y ketemu, saya gurunya dia murid saya. Karena saya sibuk kerjaan kemudian saya keluar, tapi nomernya masih saya simpan.” Ujarnya

“Dulu waktu keluar sekolah, saya pernah bakti mengajar di MTS. Kemudian sore hari nya ngajar di mushola, trus waktu itu ada tes CPNS saya ikutan kemudian keluar dari Sumedang. Terakhir saya komunikasi minggu kemaren lah kira-kira, cuman dari pihak istri menanggapinya berlebihan. Cerita awalnya begini tiba-tiba istri saya nanyain pasword hp saya, biasanya ga pernah nanya, buat apa kata saya. Apa hanya sekedar ingin tau atau mau ngacak-ngacak isi hp. Kemudian saya kasi paswordnya ternyata dikasikan sama adik istri saya, akhirnya hp saya disadap. Meskinya kalau mau mengamankan rumah tangga kakanya harusnya memilah-milah jangan sampai semua komunikasi saya di sadap. Cuman kesininya yang bersikeras itu dari adiknya dibumbuilah, sebenarnya hal ini hal yang biasa kecil lah jangan dibesar-besarkan.” Jelasnya.

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 1990 merujuk pada pasal 14. Pengganti pp no 10 tahun 1983 dan pp no 94 tahun 2021. Terdapat larangan yang tegas bagi PNS untuk melakukan perselingkuhan. Larangan bagi PNS untuk berselingkuh merujuk pada pasal 14 yang berbunyi,

Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah. Dalam penjelasan pasal ini, yang dimaksud dengan hidup bersama adalah melakukan hubungan sebagai suami istri di luar ikatan perkawinan yang sah yang seolah-olah merupakan suatu rumah tangga. (ACENG NR)