PSC MAJALENGKA - Pemerintah melalui Kepolisian RI dalam beberapa waktu belakangan banyak menindak kegiatan penyelewengan pengunaan Bahan Bakar minyak (BBM) khususnya penyalahgunaan BBM jenis Solar subsidi.

Kali ini, Pemerintah akan bertindak tegas dengan menerapkan denda sesuai ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas). Penerapan denda dalam penyalahgunaan BBM juga mendapatkan dukungan dalam Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) Pasal 55, yang disebutkan bahwa:

Penyalahgunaan pengangkutan BBM ataupun perniagaan BBM maka di situ akan dikenakan sanksi denda mencapai Rp 60 miliar dan hukuman pidana 6 tahun penjara.

Walaupun Pemerintah pusat sudah melarang adanya penjualan BBM bersubsidi berjenis solar berskala besar, tetapi ada saja pihak SPBU yang melanggar aturan tersebut. Telah terjadi dugaan penjualan BBM Solar bersubsidi untuk pembelian memakai jerigen, didduga tanpa dibekali surat izin dari pihak yang berwengan.

Kejadian tersebut diduga telah terjadi di SPBU 34-45415 desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Tepatnya berada di sebelah timur dekat dengan perbatasan desa Cicadas.

Waktu kejadian pertama, Kamis 01 Desember 2022 sekitar pukul 17:00 wib, ada seorang laki-laki membawa mobil sedan berwarna hijau No Pol E 13xx VC melakukan pembelian BBM Solar bersubsidi sekitar 5 buah jerigen, masing-masing jerigen berisi 20 liter. Disimpan di kap mobil sedan dibagasi belakang. Kemudian petugas pom mengisi BBM bersubsidi jenis Solar.

Kejadian Kedua, Sabtu 03 Desember 2022 sekitar pukul 10:00 Wib, ada dua orang laki-laki membawa sepeda motor.

Motor ke 1 bernopol E 30xx RV Yamaha metic warna hitam dengan cara membawa 2 buah jerigen yang berisi 20 liter solar/jerigen. Lalu kemudian petugas pom mengisi BBM bersubsidi jenis Solar tanpa ada surat izin resmi. Saat diwawancarai oleh awak media, dirinya beralasan untuk kebutuhan industri dan tidak membawa surat izin resmi dari pihak yang berwenang

“Saya beli Solar untuk kebutuhan industri dan petugas pom sudah terbiasa dan tidak banyak tanya langsung saja dilayaninya” Bebernya.

Motor ke 2, bernopol E 48xx FJS Honda metic hitam membawa 2 buah jerigen, masing-masing jerigen berisi 20 liter Solar. Kemudian petugas pom mengisi BBM Solar bersubsidi. Saat diwawancarai oleh awak media pembeli mengatakan tidak membawa surat izin resmi dari pihak berwenang

“Saya membeli BBM Solar untuk kebutuhan pertanian buat Traktor, dan kebetulan surat ijinnya ketinggalan di rumah” Ujarnya.

Saat Awak media mendatangi SPBU 34-45415 Desa Burujul Wetan Jatiwangi, pihak pengurus pom tidak ada ditempat. Kemudian awak media melakukan konfirmasi via whatsApp, Wempy dengan nomor 0852 9579 XXXX sebagai pengurus pom mengatakan semua pengisian sudah memenuhi prosudur yang berlaku. Sabtu (03/12/2022)

“Maaf baru bisa balas, tapi anda yakin itu ngisi buat molen 247 liter, pake logika saja pak. Masa 2 jerigen bisa mencapai 247 liter. Semua pengisian sudah memenuhi prosudur yang berlaku.” Ucapnya

“Saya pernah aktif di media di Bandung dan sayapun kenal baik dengan wartawan senior di Majalengka, maka yakin anda tau kode etik wartawan atau jurnalis jadi gak perlu nyari masalah nyari masalah dengan saya, saya tau tujuan akhir anda.” Ungkap Wempy

Untuk melengkapi pemberitaan, awak media kemudian melakukan konfirmasi via sambungan whatsApp kepada kepala bidang Perdagangan Dinas Perindag Kabupaten Majalengka. Beliau menuturkan menindak tegas adanya larangan tidak boleh untuk pembelian BBM bersubdi berjenis Solar berskala besar. Sabtu (03/12/2022)

“Saya atas nama kepala Perdagangan Dinas Perindag Kabupaten Majalengka, melarang keras pembelian BBM Solar bersubsidi dengan jumlah banyak tanpa disertai surat izin resmi dari pihak yang berwenang. Apalagi ini untuk industri dan di isi menggunakan beberapa jeligen. (SPBU) Peringatan tertulis dari BPH Migas atau dari Pemda.” Ungkapnya. (ACENG NR)