PSC CIREBON - Diduga Terjadi perseteruan di Desa Gua Kidul antara salah - satu warga yang bernama Turah atau sering di panggil Mang Betu dengan Kepala Desanya yang bernama H Ade Firdaus mengenai Proyek pembangunan Kios atau Ruko yang berukuran 2 kali 3 Meter terbuat dari baja ringan berjumlah sekitar 30 ruko letaknya berada di sisi jalan tepi lapangan sepak bola Desa Gua Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon

Pembangunan ini dipertanyakan oleh Turah dan sejumlah warga lainnya pasalnya pembangunan ruko diduga dibangun di atas lahan milik BUMN Pertamina yang di bawah tanahnya terdapat saluran pipa gas dan di atasnya ada aliran Listrik PLN bertegangan tinggi sehingga ada rasa kekhawatiran warga terutama potensi kebakaran

Menurut Turah bahwa kepala desa Gua Kidul sebelum membangun ruko-ruko seharusnya bisa mengkaji terlebih dahulu karena dibawah bangunan ada saluran pipa gas dan lahannya milik pertamina dikhawatirkan ketika nanti sudah dibangun dan di sewakan kepada masyarakat dan nanti pihak pertamina membutuhkan kan lahan tersebut pasti akan dibongkar sehingga anggaran akan menjadi sia-sia, disisi lain terlihat ada aliran listrik diatas ruko tersebut yang di Khawatirkan akan membahayakan baik pedagang atau penghuni ruko lainnya

“Membangun bangunan semi permanen dengan bahan baja ringan yang diatasnya ada Kabel Listrik tegangan tinggi serta Box Listrik diapit baja ringan kanan kiri serta dibawah tertanam pipa gas milik Pertamina semoga tidak terjadi kecelakaan massal ketika musim hujan atau kabel putus jatuh di atap baja ringan tersebut,” Ungkap Turah

Ditempat terpisah dikatakan  H. Ade Firdaus selaku Kepala Desa Gua Kidul menjelaskan pada media ini bahwa Pro Kontra ada saja apalagi ini datangnya dari warga sendiri, menanggapi pembangunan Kios atau Ruko di pinggir lapangan yang berjumlah 29 unit itu sudah ditempuh sesuai prosedur tidak mungkin membangun secara gegabah.

Lanjut Ade, pembangunan ruko itu tidak berdiri atau dibangun di atas saluran pipa gas tapi mutlak di tanah Desa adapun saluran pipa gas itu letaknya adanya di depan ruko-ruko, mengenai gardu PLN itu sudah di konsultasikan dengan pihak terkait dan dinyatakan tidak berbahaya

"Kami pihak desa tidak menanggapi dan tidak mau menanggapi adanya ocehan dan pemberitaan di beberapa Media Sosial mengenai beberapa warga yang menjelek-jelekan pihak desa dari segelintiran orang yang tidak suka kepada pemerintahan desa," jelasnya 29/09/2022

Ade menambahkan, "Saya tahu siapa orang yang tidak suka kepada pemerintahan Desa yaitu Mang Betu (Turah) dan 3 orang temen lainnya cuma itu saja akan tetapi dengan warga atau Masyarakat lainnya tidak ada masalah baik-baik saja, biarkan saja Masyarakat yang menilai," fungkasnya (TIM)