PSC. Kuningan
-Dugaan penjualan tanah bengkok Blok Lapang Dusun Wage di Desa Nusaherang Kabupaten Kuningan mendapat atensi warga desa. Puluhan warga menggeruduk kantor pemerintah Desa Nusaherang, Rabu (13/4).

Warga yang berkumpul dari jam 12 siang, akhirnya bisa beraudiens dengan pemerintah desa satu jam setelahnya. Salah satu point tuntutan warga adalah penjelasan penjualan tanah bengkok kepada pengembang perumahan untuk akses jalan.

"Informasi penjualan ini bukan isu. Saya dapat keterangan dari pa Dani dan pa Asep pelaksana pengembang. Pembelian tanah sudah beres bahkan sudah di notaris, dan sudah kontrak kerja" papar Dadan perwakilan warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Desa Nusaherang.

"Tanah bengkok yang dibeli pengembang 2 meterx105 meter seharga 112 juta 500 ribu, yang dibulatkan menjadi 115 juta," imbuhnya.

Dikatakannya, untuk pelaksanaan pekerjaan tanggal 17 April,  termasuk pemberesan tanah warga. "Infonya, pelaksanaan pekerjaan dimulai tanggal 17 April lusa. Pekerjaan pembekoan sekaligus pemberesan juga ke warga," ucap Dadan.

Tudingan warga terkait penjualan tanah bengkok, dibantah Kepala Desa Nusaherang, Neno Suseno. Menurutnya, tidak ada tanah bengkok diperjualbelikan. "Dari mana sumbernya tanah bengkok diperjualbelikan. Sampai saat ini baru rencana," timpalnya.

"Wallohi, saya tidak pernah mengeluarkan  legalitas apapun untuk penjualan. Semua masih proses. Saya berharap ketika ada rumor dan isu, tolong dicerna," pintanya.

Bantahan Neno disela oleh audiens, menurut perwakilan forum, kenapa ada perbedaan pengakuan keterangan dari perwakilan developer dan kepala desa.

Saling tuding dan bantah antar Forum Masyarakat Peduli Desa Nusaherang dengan Kepala Desa, cukup alot, hampir tiga jam audiens tidak ada titik temu. Bahkan situasi sempat memanas. (Baim)