PSC Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya terkait permasalahan pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) yang ada di Desa Cipicung, kecamatan Maja, kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 mei 2021 dan Pilkades tersebut dimenangkan oleh Jajang Sudrajat sang kades baru mengalahkan calon kades Incumbent yakni Asep Haryanto.

Diantara permasalahan tersebut ialah pelayanan masyarakat sempat berhenti beberapa hari dikarenakan semua perangkat desa yang lama tidak masuk kerja tanpa keterangan dan sangat ironis beberapa alat inventaris desa barang kantor seperti laptop dan barang berharga lainnya tidak ada di tempat. Dan bukan cuma itu saja dokumen arsip desa seperti keterangan kegiatan pembangunan di masa pemerintahan kades Asep, semuanya bersih bak ditelan bumi.

Dan kini terkuak pula permasalahan yang lainnya yakni pihak pemerintah desa Cipicung belum melakukan pemasangan media promosi luar ruangan, yaitu pembangunan Billboard.

Program bantuan Provinsi Jawa Barat melewati Dinas Pemberdayaan Masyrakat ( DPMD) kabupaten Majalengka sudah jadi rutin dianggarkan setiap tahun atau yang lebih akrab disebut bantuan gubernur (ban,gub) Jawa Barat atau Infrastruktur (IF). Dan untuk tahun 2021 telah mengucurkan anggaran keuangan senilai Rp.130.000.000 (Seratus Tiga Puluh Juta Rupiah) setiap desanya dengan jumlah desa se- Jawa Barat 5.312 Desa.

Adapun dalam pelaksanaannya telah diatur sesuai dengan petunjuk teknis bantuan keuangan desa pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa, yang dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat tahun 2021 berdasarkan pedoman hukum dari Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 8 tahun 2019, tentang Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa.

Diantara juknis tersebut adalah untuk pemberdayaan kesejahteraan dan infrastruktur ditiap desa yang salah satunya untuk pelaksanaan media promosi luar ruangan, yaitu pembangunan Billboard dengan anggaran yang sudah ditentukan sebesar Rp 17.500.000 (Tujuh Belas Juta lima Ratus Ribu Rupiah).

Namun ternyata pihak desa Cipicung sampai masuk tahun 2022, belum juga melaksanakan pemasangan Billboard tersebut.

Permasalahan ini terkuak berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh awak media saat mendatangi desa Cipicung dan keterangan dari beberapa narasumber, menjelaskan.

"Kami sangat bersyukur dengan telah terpilihnya kades baru yakni Jajang Sudrajat. Namun disisi lain kami merasa prihatin, karena kami perhatikan saat kades baru mulai kerja perangkat desa baru semua dan perangkat desa lama tidak masuk semua, yang paling mengherankan di kantor desa sama sekali tidak ada perangkat inventaris untuk melayani masyarakat seperti komputer atau laptop, makanya saat itu sewaktu mulai menjabat pelayanan masyarakat sempat vakum karena perangkat desa yang lama tidak ada yang hadir dan tidak ada laptop bahkan dokumen pentingpun bersih" jelas beberapa narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sumber juga menambahkan, "Juga kami perhatikan hingga sekarang masuk tahun 2022 belum ada pemasangan Billboard.
Kenapa ini terjadi inikan program tahun 2021 kemarin dan harus beres dilaksanakan di tahun kemarin juga, dikemanakan anggaran pembuatan Billboard tersebut? Kami ingin permasalahan ini bisa terungkap siapa yang bertanggungjawab dan pelaku bisa ditindak secara hukum" tambahnya.

Saat awak media mendatangi kantor desa Cipicung dan menanyakan terkait permasalahan terlihat jelas di sekitar halaman kantor desa tidak nampak Billboard.  Kepala desa Cipicung Jajang Sudrajat dengan didampingi beberapa perangkat desa menjelaskan,

"Saya menginjakkan kaki di kantor desa Cipicung dengan kondisi pemerintahan dari nol, karena perangkat desa dan anggota BPD semuanya mengundurkan diri. Bukan cuma itu saja alat inventaris desa seperti laptop beserta dokumen seperti Arsip RPJMDes ataupun LPJ hasil kegiatan pembangunan di masa pemerintahan desa sebelum saya, semuanya kosong. Yang ada di kantor desa cuma ada meja, kursi, timbangan bayi, monitor komputer satu tanpa mesin juga barang lainnya yang biasa saja dan memang betul saya akui pelayanan masyarakat sempat berhenti beberapa hari, dikarenakan sewaktu saya mulai menjabat kepala desa kondisi seperti demikian" ungkap Jajang. 02/02/2022

Kades Jajang juga menambahkan, "Iya betul terkait Billboard di sini belum ada pemasangan hingga hari ini masuk tahun 2022.
Terkait pelaksanaan anggaran bantuan gubernur (ban,gub) Jawa Barat atau Infrastruktur (IF) tahun 2021 bukan dilaksanakan oleh pemerintahan kami, melainkan dilaksanakan oleh pemerintahan desa lama yakni dibawah kepemimpinan kuwu Asep. Saya baru saja menjabat kepala desa sejak bulan Jum'at 23 Juli 2021, maka untuk pembuatan LPJ ban,gub tahun 2021 saya tidak tau menahu" tambahnya.

Untuk melengkapi inpormasi awak media mendatangi kediaman Asep Haryanto. Mantan Kepala Desa Cipicung, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Dengan maksud untuk menemui dan melakukan konfirmasi terkait permasalahan tersebut. Dikarenakan mantan Kades sedang tidak ada ditempat, maka dilayangkan surat konfirmasi Kepada Asep Haryanto, Jum'at 11/02/22 dengan Nomor: KFR - PWS - 111 - 250 -2022. Dan diterima oleh isteri mantan kades.

"Kebetulan Abah Kuwu sedang keluar kota, perihal surat ini nanti saya sampaikan" jelas isteri mantan Kuwu Asep saat terima surat konfirmasi, dan sampai berita ini dimunculkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Mantan kepala desa Cipicung.

Menurut salah satu Narasumber mengucapkan, Sebagai pembaca yang Budiman, alangkah baiknya dalam menyikapi permasalahan yang ada dalam isi pemberitaan ini. Harus berhati-hati apabila akan mengambil keputusan terlebih lagi untuk masyarakat desa Cipicung. Karena peristiwa ini terjadi diduga kuat apakah karena ketidak puasan sang mantan kepala desa yang kalah dalam persaingan Pilkades?. Ataukah ada pihak ketiga menunggangi yang mengharapkan kekisruhan di wilayah desa Cipicung? Ucapnya

Penulis: Aceng