PSC  Majalengka - Belakangan ini penerima BPNT  di Desa Jatimulya Kec. Kasokandel Kabupaten Majalengka mengeluhkan dengan adanya uang tebusan sebesar Rp 10.000 rupiah ke setiap penerima bantuan, dengan alasan buat tebusan. Ironisnya berdasarkan informasi pungutan tersebut dilakukan oleh ketua Rt/Rw dan diduga kuat diketahui oleh kepala desa dan jajarannya dan diakuinya oleh pihak Pemdes Jatimulya. Uang tersebut diperuntukan bagi upah pengurus atau yang membagikan bingkisan Bantuan pangan Non Tunai (BPNT). Minggu 09/01/22.

Menurut keterangan Narasumber pada hari Kamis tanggal 06/01/2022 mangatakan, "Gini pa seharusnya kan bantuan itu gratis tanpa ada tebusan dari masyarakat penerima karena di Desa lain tidak seperti itu" ucap sumber.

"Jadi uang tebusan sesuai jumlah paket yang masyarakat terima, misalnya ada 3 paket yang diterima ya harus Rp 30.000, kan satu paket bantuan tebusannya  sebesar Rp 10.000 pak, kami heran kenapa pihak desa Jatimulya diam saja. Padahal mereka tahu, pungutan tersebut jelas dilakukan oleh RT dan RW" Pungkasnya

Menurut keterang Camat Kasokandel melalui Tlpon Selulernya mengatakan," wah itu  sangat tidak benar, saya akan beritindak dan saya juga akan panggil kepala desa sama ketua bumdesnya, saya akan Klarifikasi dengan pihak-pihak terkait" Katanya.

Untuk melengkapi informasi, awak media melakukan konfirmasi kepada Rosadi, selaku kepala desa Jatimulya melalui nomor WhatsApp/telpon: 0821 1560 xxxx Jum'at 07/01/22. Namun sampai berita ini dimunculkan belum ada keterangan resmi dari pihak Pemdes Jatimulya.

Penulis: Hendaro - Aceng.