PSC Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya, terkait Mantan Kepala desa Gunungsari, kecamatan Kasokandel, kabupaten Majalengka, Jabar. Yang diduga kuasai pendapatan asli desa (PADes) yakni pemasukan dari uang sewa atau penghasilan dari mengelola atau diduga menguasai kantin yang berada di PT.Lee Yin Apparel International (PT. LYG) bertempat di wilayah desa Gunungsari.

Sampai akhirnya warga Desa, Karangtaruna beserta Aparatur Pemerintah Desa Gunungsari mendatangi PT. LYG dan hingga membuahkan hasil yang memuaskan yaitu: Pihak perusahaan PT. LYG menyerahkan pengelolaan kantin kepada pihak Pemdes Gunungsari yang baru dibawah kepemimpinan kepala desa Nana Sunarya.

Dalam prakteknya Pemdes Gunungsari akan menyerahkan pengelolaan kantin kepada pihak BUMDes dan Karangtaruna. Untuk meluluskan program ini Pemdes Gunungsari mengadakan rapat mediasi dengan mantan kepala desa Kusmanto, yang diduga masih menguasai kantin. Senin 13/12/21.

Namun ironisnya dalam perjalanan rapat mediasi tersebut, mantan kepala desa Kusmanto diduga kekeh terus mempertahankan dan ingin menguasai kantin tersebut dengan alasan bahwa kantin tersebut awalnya diserahkan kepada dirinya secara pribadi bukan sebagai pemerintahan desa dan tidak ada titik temu hingga Kusmanto meninggalkan ruangan rapat tanpa permisi. 

Rapat mediasi ini turut pula dihadiri oleh beberapa warga, tokoh masyarakat, anggota BPD, Karangtaruna, pengurus BUMDes dan disaksikan oleh pihak Muspika kecamatan Kasokandel.

Aung Ahmad Fauzi, S.IP Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Kasokandel menerangkan dalam rapat, "Mengelola kantin penyerahan dari pihak perusahaan kepada pihak Pemdes itu penghasilannya termasuk PADes.

Dan menurut hemat kami, bahwa pihak perusahaan mengambil kebijakan dengan maksud untuk menjaga kondusifitas dengan pihak Pemdes atau warga sekitar perusahaan salah satunya dengan cara menyerahkan pengelolaan kantin kepada pihak Pemdes Gunungsari dan itu artinya bukan ke pribadi Kuwu, maka kami pihak kecamatan sangat mengapresiasi kepada kepala desa Gunungsari Nana Sunarya yang berniat ingin memajukan desanya bukan untuk kepentingan pribadi, dengan bukti sekarang pengelolaan kantin akan diserahkan ke BUMDes" jelas Aung.

Disela sela rapat mediasi, kepala desa Gunungsari Nana Sunarya menjelaskan kepada warga yang hadir bahwa kantin yang berada di dalam pabrik LYG sudah resmi diserahkan kepada Pemdes Gunungsari dan kemudian pengelolaannya akan diserahkan ke pihak BUMDes.

"Di awal saya menjabat sebagai kepala desa Gunungsari, tentunya selaku pimpinan dengan dibantu oleh perangkat desa dalam melaksanakan pekerjaan harus berniat tulus berniat membantu masyarakat dan melaksanakan aspirasi atau masukan yang baik dari masyarakat dengan didasari niat untuk memajukan desa.

Diantara masukkan dari beberapa tokoh masyarakat salah satunya adalah mempertanyakan terkait keberadaan Kantin yang berada di dalam PT LYG yang konon katanya kantin tersebut adalah hak dikelola oleh pihak pemerintah desa Gunungsari pemberian dari pihak PT LYG.

Namun faktanya sekarang, kantin tersebut masih dikelola oleh mantan kepala desa yang dulu yaitu bapak Kusmanto, sama sekali tidak ada pemasukan atau uang sewa ke pemdes Gunungsari, cuma ada uang sewa ke pihak perusahaan saja dan akhirnya warga Desa, Karangtaruna beserta  Pemdes Gunungsari mendatangi PT. LYG dan hingga membuahkan hasil yang memuaskan yaitu, Pihak perusahaan PT. LYG menyerahkan pengelolaan kantin kepada pihak Pemdes Gunungsari.

Dalam prakteknya akan kami jalankan sesuai prosedur yaitu pengelolaannya akan diserahkan ke pihak BUMDes. Kalaupun nantinya bapak Kusmanto akan ikut andil, ya tinggal komunikasi dengan pihak BUMdes" jelas kades Nana.

Dalam suasana rapat mantan kades Gunungsari, Kusmanto bersikeras bahwa Kantin tersebut adalah Hak pribadi bukan hak Pemdes Gunungsari. 

"Awalnya pihak pabrik menyerahkan dua kantin untuk dikelola oleh saya pribadi, namun saya bersikap bijak dengan cara mengelola cuma satu kantin saja, sedangkan yang satunya saya serahkan ke pihak Karang taruna. Maka hal yang wajar walaupun sekarang saya sudah lengser dari jabatan kades saya masih tetap ngelola kantin tersebut dan tidak ada permasalahan karena saya sendiri bayar sewa kepihak perusahaan" jelas Kusmanto.

Juga menambahkan, "kalau pihak BUMDes mau ikut usaha, ya saya persilahkan tinggal bicarakan dan saya tetap mengelola kantin tersebut.

Lagipula dari dulu sampai sekarangpun saya masih tetap memperkerjakan masyarakat asli desa Gunungsari, ada sekitar sepuluh orang yang ikut andil di kantin saya.

Sebetulnya saya hanya ingin minta kebijakan, dari kekalahan Pilkades utang saya banyak dan hanya kantin ini penghasilan keluarga saya satu satunya" tegas Kusmanto sambil beranjak pergi dengan isterinya.

Penulis: Hendarto - Aceng.