PSC. Majalengka - Desa Gunungsari, kecamatan Kasokandel, kabupaten Majalengka, Jabar. Baru saja mempunyai kepemimpinan baru yakni Nana Sunarya yang menjabat sebagai kepala desa Gunungsari semenjak Jumat (23/7/2021). Dan sekarang ini pihak desa Gunungsari mulai berbenah untuk mewujudkan menjadi desa yang lebih maju dari sebelumnya.

Diantara misi kades Nana tersebut ialah untuk membenahi pendapatan asli desa (PADes) yakni pemasukan dari uang sewa atau penghasilan dari mengelola kantin yang berada di PT LYG bertempat di wilayah desa Gunungsari, namun diduga kuat kantin ini dikuasai oleh mantan kades yaitu Kusmanto.

Padahal menurut keterangan dari beberapa saksi mengatakan bahwa sebelumnya pihak perusahaan menyerahkan kantin tersebut kepada pihak Pemdes Gunungsari dan itu artinya kalau sudah ganti kepala desa berarti kantin tersebut berganti hak untuk pemerintah desa yang baru.

Disela sela kegiatannya, kepala desa Gunungsari Nana Sunarya menjelaskan kepada awak media bahwa salah satu kantin yang berada di dalam pabrik LYG yang seharusnya menjadi pendapatan desa Gunungsari, faktanya sekarang masih saja dikelola oleh mantan kades yaitu Kusmanto.

"Di awal saya menjabat sebagai kepala desa Gunungsari, tentunya selaku pimpinan dengan dibantu oleh perangkat desa dalam melaksanakan pekerjaan harus berniat tulus berniat membantu masyarakat dan melaksanakan aspirasi atau masukan yang baik dari masyarakat dengan didasari niat untuk memajukan desa.

Diantara masukkan dari beberapa tokoh masyarakat salah satunya adalah mempertanyakan terkait keberadaan Kantin yang berada di dalam PT LYG yang konon katanya kantin tersebut adalah hak dikelola oleh pihak pemerintah desa Gunungsari pemberian dari pihak PT LYG.

Namun faktanya sekarang, kantin tersebut masih dikelola oleh mantan kepala desa yang dulu yaitu bapak Kusmanto, sama sekali tidak ada pemasukan atau uang sewa ke pemdes Gunungsari, cuma ada uang sewa ke pihak perusahaan saja. Sedangkan kalau kantin satunya yang hak Karang taruna, walaupun dikelola oleh orang lain selalu ada setoran ke pihak Karang taruna" ungkap kades Nana.

Juga menambahkan, "Padahal sewaktu dulu acara penyerahan kantin ditandatangani oleh pa Tomi selaku HRD dan disaksikan oleh mis Eni dengan bukti tulisan yaitu diserahkan keatas nama Kusmanto garis miring  Pemerintah desa Gunungsari. Berarti otomatis tulisan tersebut mengisyaratkan bahwa yang nerima kantin tersebut adalah Pemerintah desa Gunungsari, bukan pribadi. Kebetulan saat itu yang menjadi kades pa Kusmanto maka dicantumkan pula nama pa Kusmanto.

Memang betul sewaktu kemarin saya diangkat menjadi perangkat desa Gunungsari bapak Kusmanto telah berjasa mengangkat saya, namun dalam posisi sekarang ini. Saya selaku kepala desa lebih mementingkan kepentingan masyarakat umum bukan mementingkan pribadi mantan kuwu" tambahnya.

Berdasarkan informasi tersebut awak media menemui mantan kades Gunungsari, Kusmanto.

Kepada awak media mantan kades mengakui bahwa Kantin tersebut adalah Hak pribadi bukan hak Pemdes Gunungsari. Senin 15/11/21.

"Memang betul awalnya pihak pabrik menyerahkan dua kantin untuk dikelola oleh saya pribadi, namun saya bersikap bijak dengan cara mengelola cuma satu kantin saja, sedangkan yang satunya saya serahkan ke pihak Karang taruna. Maka hal yang wajar walaupun sekarang saya sudah lengser dari jabatan kades saya masih tetap ngelola kantin tersebut" jelas Kusmanto.

Juga menambahkan, "kalau kabar yang menyebutkan bukti penyerahan kantin dengan bukti tulisan yaitu diserahkan keatas nama Kusmanto garis miring Pemerintah desa Gunungsari, itu adalah tidak benar.

Karena yang sebenarnya adalah bukti tulisannya yaitu diserahkan keatas nama Kusmanto yaitu saya pribadi sendiri, tanpa ada embel-embel Pemerintah desa Gunungsari. Berarti sudah jelas bahwa kantin tersebut adalah hak saya pribadi dan tidak ada permasalahan karena saya sendiri bayar sewa kepihak perusahaan dan kantin ini akan saya pertahanan karena ini adalah penghasilan keluarga untuk mencari makan" tambah Kusmanto.

Penulis: Hendarto