Warsita Mantan Ketua Kelompok Tani Gempol Desa Genteng Akui Telah Jual Traktor Bantuan

PSC. Majalengka - Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan taraf perekonomian warga dengan cara mengeluarkan kebijakan dalam bentuk bantuan pada beberapa pihak ataupun golongan, seperti halnya salah satunya bantuan untuk kaum petani. Diantara bantuan untuk para petani salah satunya adalah bantuan dalam bentuk alat mesin pertanian seperti traktor untuk mengolah lahan agar supaya petani tidak susah payah mengeluarkan uang untuk menyewa traktor dari orang lain. Pada prinsipnya traktor dikelola oleh kelompok tani dengan aturan kebijakan yang telah disepakati oleh para anggota kelompok seperti halnya uang sewa yang lebih murah dan kemudian uang sewa tersebut dikelola yang intinya untuk kesejahteraan anggota kelompok bukan untuk kepentingan pribadi.

Namun apa yang terjadi di desa Genteng, Kecamatan Dawuan, Majalengka. Ternyata ada satu kelompok tani bernama "Gempol" yang mendapat bantuan satu unit traktor sekitar tahun 2015 merk Yanmar, namun diduga kuat traktor tersebut dijual oleh Warsita mantan ketua kelompoknya. Hal ini terkuak menurut penelusuran yang dilakukan oleh awak media , dari keterangan beberapa Warga beserta tokoh masyarakat Desa mengatakan,

"Bahwa di desa Genteng telah terjadi penjualan traktor bantuan oleh Warsita mantan ketua kelompok tani Gempol, Warsita atau akrab disapa warga dengan sebutan Rurah Warsita dengan alamat blok Langensari. Sekitar bulan februari tahun 2021 kami dengar kabar bahwa traktor bantuan tersebut dijual oleh bapak Warsita" jelas narasumber.

Saat awak media mengkonfirmasi salah satu perangkat desa yang akrab disapa pa Ambang, Ambang menjelaskan bahwa betul penjualan traktor itu benar terjadi, namun pihak desa tidak mengetahui dari awal dan juga merasa kecolongan.

"Di Desa Genteng ada beberapa kelompok tani dan salah satunya kelompok tani Gempol yang dulunya diketuai oleh bapak Warsita atau akrab disapa Rurah Warsita. Namun belakangan ini saya perhatikan Poktan tersebut seperti tidak berjalan kegiatannya dan seperti bubar. Membahas tentang traktor bantuan, sepengetahuan saya traktor tersebut awalnya didapat sekitar tahun 2015 dengan setatus pinjaman atau disebut traktor Brigade dan kemudian dibakukan menjadi traktor bantuan dua tahun kemudian sekitar tahun 2017.

Setelah berjalan selama beberapa tahun kegiatan kelompok tersebut berjalan lancar dan traktor tersebut digunakan sebagai mana mestinya. Namun belakangan ini terdengar kabar bahwa kelompok tani Gempol aktivitasnya tidak berjalan atau vakum dan akhir akhir ini kami selaku pihak desa merasa kecolongan karena sekitar bulan februari 2021 dengar kabar bahwa Warsita telah menjual traktor. Saya telah menemui bapak Warsita dan menanyakan hal tersebut dan Warsita mengakui telah menjual traktor tersebut" jelas Ambang.

Saat diwawancarai oleh awak media, Warsita selaku yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya telah menjual traktor bantuan tersebut,

"Iya betul saya akui telah menjual traktor bantuan dengan merk Yanmar, alasannya karena traktor tersebut sering rusak dan saya sering servis setiap tahunnya rata rata 3 kali apalagi traktor tersebut onderdilnya langka susah carinya. Saya jual harga 6 juta rupiah kepada orang Sumedang melalui perantara orang sini, uang 6 juta tersebut dipakai untuk biaya servis dan sisanya untuk saya sebagai upah selama menjabat menjadi ketua kelompok tani Gempol" jelas Warsita.

Penulis: Hendarto - Aceng.

Posting Komentar

0 Komentar