Kecewa Usulan Kerja Sama Belum Disepakati Masyarakat Ligung Lor Geruduk Lokasi Pembangunan Pabrik

PSC. Majalengka - Sabtu, 11 September 2021 sekitar 100 orang warga masyarakat desa Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka mendatangi lokasi pembangunan PT. Charoen Pokphand Indonesia yang berada di dusun bagung, desa Ligung Lor dan mendapatkan pengawalan dari pihak Polsek Ligung.

Tujuan massa tersebut adalah untuk menyampaikan kekecewaannya terkait usulan kerja sama yang telah diajukan oleh pihak karang taruna dan pemerintahan desa Ligung Lor melalui CV Perkasa Putra Mandiri kepada PT. DEJA yang merupakan salah

satu perusahaan Main Contractor ditunjuk oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia untuk melaksanakan pembagunan Industrinya di Kabupaten Majalengka. Namun pihaknya kecewa karena usulan tersebut sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang pasti.

Hadir dalam kegiatan tersebut beberapa perwakilan dari masyarakat yakni kepala desa Ligung Lor Rasmin, Nurwenda perwakilan pemuda dan R. Hudzaifah Alfath, SH selaku direktur utama CV Perkasa Putra Mandiri.

Saat dikonfirmasi R. Hudzaifah Alfath, SH dengan didampingi Nurwenda menjelaskan bahwa pihaknya ada ikatan kerja sama dengan pihak Karang Taruna dan Pemerintah Desa Ligung Lor.

"Perkenalkan saya R. Hudzaifah Alfath, SH selaku direktur utama CV Perkasa Putra Mandiri yang berkantor di JI. Lanud S Sukani Rel Blok Ketos Dusun 05 Rt. 002/011 Desa Sutawangi Kecamatan Jatiwangi - Majalengka 45454. Walaupun saya bukan asli warga Ligung Lor namun saya masih keturunan sini dan saya juga sebagai penasehat karang taruna desa Ligung Lor. Saya sebagai pemilik CV punya ikatan kerja sama dengan pihak pemdes Ligung Lor dan karang taruna untuk kemudian mengirimkan surat permohonan menjadi rekanan kepada pihak PT. Deja, namun kami kecewa karena surat kami sampai sekarang belum dijawab dengan cara resmi melainkan cukup cuma dengan bicara lewat telpon saja dan jawabannya pun tidak mengenakkan karena mereka anggap harga barang dan upah kerja yang kami ajukan kemahalan, maka sekarang kami adakan pergerakan seperti ini supaya pihak perusahaan mendengar dan memperhatikan keinginan warga pribumi dan kami meminta untuk menghentikan kegiatan di sini sebelum ada keputusan yang pasti" jelas Alfat dengan di iyakan Nurwenda.

Perwakilan PT Deja Haerul menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan pihak atasnya untuk membahas permasalahan ini.

"Kami belum bisa merespon pengajuan dari pihak masyarakat dikarenakan penawaran mereka memberatkan, seperti harga barang dan upah kerja yang mahal yang jelas dari awal kalau harga pengajuannya lebih murah dengan kualitas yang sama pasti akan kami upayakan dan sekarang juga ada beberapa warga sini yang ikut kerja karena mereka mau menerima dengan upah yang ada. Dengan kejadian ini kami tidak berani melanjutkan pekerjaan, akan koordinasi dengan atasan dan keputusannya sesuai keinginan warga nanti hari senin ada informasi dari pihak atasan" jelas perwakilan PT Deja.

Penulis: Hendarto

Posting Komentar

0 Komentar