Petugas PLN Jatiwangi Diduga Ceroboh Pasang KWH Pelanggan Dapat Tagihan Hingga Tiga Kali Lipat

PSC. Majalengka - SN pelanggan PLN pascabayar warga kecamatan Ligung mengeluhkan tentang datangnya tagihan listrik di bulan Juli yang diterima awal Agustus melonjak naik sampai 3 kali lipat dari biasanya, bahkan ironisnya menurut keterangan dari petugas pencatat meteran KWH berhubung sekarang lagi ada program diskon sekitar 50% dari pemerintah maka kalau tarif normal akan mencapai 6 kali lipat. Peristiwa ini terjadi kuat dugaan setelah KWH meteran alat pengukur pemakaian listrik ukuran 1 paket/450 wat yang di rumah SN diganti pada akhir bulan Juni 2021 dan SN mencurigai ada kejanggalan dalam pemasangan kwh tersebut pasalnya sewaktu Mcb stop kontak kwh dimatikan dan seluruh lampu dan alat di dalam rumah mati namun lampu kuning indikator yang berada di kwh terus nyala dan lampu merah rpm tetap berkedip, maka diduga kuat hitungan meteran kwh tetap berjalan seperti ada pemakaian listrik.

Menurut informasi dari narasuber sekaligus pelanggan a/n. SN beserta keluarga menjelaskan. "Saya merasa keberatan tagihan listrik bulan Juli naik sampai 3 kali lipat yaitu Rp 150.000 dari biasanya hanya sekitar Rp 50.000 sedangkan pemakaian dirasa tetap tidak ada penambahan beban pemakaian dan menurut informasi dari petugas pencatat meter tagihan tersebut sudah ada potongan subsidi program pemerintah. Sudah kebayang tagihan bulan Agustus dan seterusnya pastinya akan terus besar," tutur SN.

Pelanggan menambahkan, "hal ini terjadi kuat dugaan setelah KWH meteran alat pengukur pemakaian listrik yang di rumah saya diganti pada akhir bulan Juni 2021 dan saya mencurigai ada kejanggalan dalam pemasangan kwh tersebut pasalnya sewaktu Mcb stop kontak kwh dimatikan dan seluruh lampu dan alat di dalam rumah mati namun lampu kuning indikator yang berada di kwh terus nyala dan lampu merah rpm tetap berkedip, maka diduga kuat hitungan meteran kwh tetap berjalan seperti ada pemakaian listrik. Saya dapat informasi dari petugas catat KWH inisial D (30), bahwa KWH listrik rumah saya bermasalah karena lampu kuning indikator selalu menyala berarti itu tandanya peringatan dan lampu merah rpm selalu berkedip walaupun posisi stop kontak KWH dimatikan berarti itu tandanya hitungan meteran KWH tetap berjalan. Tagihan listrik pascabayar dan daya cuma 1 paket/450 wat tersebut  diperkirakan akan naik sampai 6 kali lipatnya kalau tidak ada program subsidi dari pemerintah tutur D petugas catat KWH" SN dan keluarganya menambahkan.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi kantor PLN ULP Jatiwangi Jum'at 20-08-21 dan diterima oleh petugas Adm P2TR Pika Pebriani, kepada awak media Pika menjelaskan bahwa pemasangan Kwh nasabah SN sudah beres dalam kondisi baik. "Mohon maaf kepala kantor lagi ada kesibukan jadi tidak bisa menemui. Setelah melihat data laporan saya lihat bahwa memang KWH yang berada di rumah SN sudah beberapa kali diganti karena ada permasalahan, namun menurut data sekarang sudah normal dan memang sepengetahuan saya bahwa lampu merah yang berada di kwh kalau posisi Mcb stop biasanya mati. Kalau memang sekarang ada keluhan, saya akan laporan ke atasan dan akan mengirimkan petugas untuk mengontrol" jelas Pika.

Namun terjadi hal lucu setelah menelpon pekerja lainnya, Pika mencabut kembali ucapannya. "Maaf pa setelah saya telpon sama petugas lapangan bahwa walaupun Mcb posisi mati lampu merah rpm bisa saja tetap berkedip dan itu masih normal. Ucapan saya tadi keliru karena kurang paham tentang kwh karena saya bukan petugas instalasi listrik, anggap saja omongan saya tadi sebagai ibu rumah tangga yang tidak tahu tentang listrik" kilah Pika.

Namun ironisnya setelah petugas mengontrol ke rumah SN Senin 23 Agustus 2021, ternyata petugas berkata lain dan mengatakan bahwa KWH di rumah SN bermasalah. "Memang kalau Mcb kwh dalam posisi mati, seharusnya lampu merah rpm tidak berkedip dan lampu kuning dalam keadaan normal seharusnya mati. Sedangkan yang terjadi sekarang lampu merah rpm tetap berkedip dan lampu kuning terus menyala, berarti Kwh yang berada di rumah SN bermasalah" jelas petugas.

Penulis: Hendarto.

Posting Komentar

0 Komentar