Panitia Pembangunan Desa Babakananyar Diduga Melakukan Korupsi

PSC. Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya terkait permasalahan dalam pemasangan paving blok Desa Babakananyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang diketahui kegiatan tersebut diterapkan untuk jalan desa. Pemasangan paving blok yang berasal dari anggaran Dana Desa (DD) tahap 1 tahun anggaran 2021, kini semakin terkuak dugaan kebobrokan pihak panitia dalam memanipulasi anggaran.

Hal ini terungkap berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media dari keterangan beberapa warga beserta tokoh masyarakat desa mengatakan, "Kami warga masyarakat merasa tanda tanya  kepada pemerintahan desa Babakananyar yang dipimpin oleh bapak Budi, dalam kepemimpinannya melaksanakan kebijakan dari Pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan di tahun 2021 yaitu dalam pelaksanaan pemasangan paving blok jalan gang desa yang diketahui kegiatan tersebut memakai anggaran sesuai tertera di papan proyek sebesar Rp 177.000.000 (seratus tujuh puluh tujuh juta rupiah) dengan ukuran volume panjang 270 meter namun tidak ada keterangan berapa ukuran lebarnya. Sedangkan kami perhitungkan dilapangan lebar hanya sekitar 2,5 meter dan ada juga yang lebih tapi cuma beberapa meter saja. Kalau kami hitung ukuran panjang 270 meter dikalikan lebar 2.5 meter = 675 (meter persegi), maka setelah dipotong pajak biaya untuk pembelian dan pemasangan paving blok permeter persegi mencapai Rp 232.066. Tentu saja biaya sebanyak ini adalah jumlah yang sangat pantastis, karena biasanya untuk pembelian dan pemasangan paving blok permeter perseginya cukup dengan biaya hanya Rp 100.000 saja, maka hal yang pantas kalau kami menduga pihak panitia pembangunan melakukan korupsi" jelas beberapa narasumber.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi kantor desa Babakananyar dan mengirimkan surat konfirmasi kepada kepala desa Budi Wahyu Darmadi dengan nomor: KFR - PWS  - III - 235 - 2021. Namun sampai berita ini dimunculkan belum ada keterangan resmi dari pihak desa Babakananyar.

Penulis: Hendarto.

Posting Komentar

0 Komentar