Akankah Kemeriahan Pilkades Berkurang? Teknisnya Seperti Ini


PSC. Kuningan
- Warga yang desanya akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) di masa pandemi, bakal disuguhi proses pemilihan yang tidak biasa. Lazimnya, saat situsai normal, ketika pilkades digelar, hak pilih berbondong-bondong mencoblos calon terlokalisir disatu lokasi dengan kemeriahan dan tensi tinggi . Namun, pemandangan tersebut dimasa pandemi tidak akan lagi terlihat.

Menurut, kepala bidang pemerintahan desa DPMD Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Faruk. M.Si. Peraturannya sedang digodog. "Perbup pilkades masih pembahasan. Tentunya pandemi covid ini menjadi atensi dalam penetapan regulasi," terang Faruk di ruang kerjanya, Jumat (30/7).

Dikatakan Ia, teknis pemilihan akan ada perbedaan dengan pilkades yang digelar saat sebelum pandemi. "Teknis pemungutan suara tentu berbeda, karena harus membatasi kerumunan, sesuai prokes. Rencananya, Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak tersentral disatu lokasi. Namun, TPS akan tersebar," paparnya.

"Tiap TPS dijaga oleh KPPS dengan maksimal pemilih disatu TPS adalah 500 hak pilih. Dan tetap memperhatikan protokol kesehatan," imbuhnya.

Ditambahkannya, ketika pemungutan suara para calon kades (cakades) yang biasanya hadir di TPS, kali ini aturanya tidak dihadirkan di TPS. "Karena satu desa akan lebih dari satu TPS, biasanya para cakades dihadirkan saat pemungutan, menjadi tidak memungkinkan," ucapnya.

Tahun 2021, lanjut Faruk, ada 78 Desa di Kabupaten Kuningan yang akan menggelar Pilkades. "Bulan September-Oktober mulai persiapan. Tahapan pilkades seperti biasa, yang berbeda tadi di teknis pemungutan suara, dan tidak ada kampanye calon terbuka, hanya kampanye dialogis," ujarnya.

"Kita jadwalkan Bulan November minggu ke satu dan ke dua pilkades digelar, yang terpenting ada waktu persiapan untuk pelantikan calon terpilih. Itupun dengan tetap memperhatikan kebijakan pemerintah pusat, sehingga jadwal fleksibel bisa berubah-ubah," ulasnya. (Baim)

Posting Komentar

0 Komentar