Dibalik Kasus PDSMU, Perangkat Desa Wanasalam Diduga Melakukan Pencemaran Nama Baik

PSC Majalengka - Belakangan ini sudah santer kabar terkait perjalanan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) sebesar Rp1,9 miliar di Perusahaan Daerah Sindangkasih Multi Usaha (PDSMU) Majalengka dan sampai akhirnya JN (51) ditahan Kejari Majalengka.

Diketahui PDSMU ini berkantor di Jl. Raya K H Abdul Halim No.22, Majalengka Kulon, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45418 dan salah satu karyawan atau staf pegawainya yaitu Apan Sutarpan yang sekarang diketahui menjadi kepala desa Wanasalam, kecamatan Ligung, Majalengka.

Namun ternyata dibalik peristiwa ini beredar kabar santer bahwa salah satu perangkat desa wanasalam diduga melakukan pencemaran nama baik kepada Hr warga kecamatan Ligung dan juga Mencatut Iw warga kecamatan Jatitujuh. Entah apa maksud tujuannya, salah satu perangkat desa tersebut ialah Enting Dastim yang menjabat sebagai sekretaris desa Wanasalam. Dalam celotehannya Dastim mengungkapkan kepada Umi Asep bahwa "Perjalanan kasus PDSMU bisa tetep berlanjut dikarenakan kasus tersebut atas intervensi dari Hr dan Iw".

Dan akhirnya awal dari Umi Asep lewat beberapa orang saksi kabar tersebut sampai ke telinga Hr dan Iw.

"Dengan kejadian ini kami merasa dirugikan karena sangat hal yang mustahil kami melakukan hal tersebut, masa APH apalagi seorang bupati bisa diintervensi. Kami berencana untuk melaporkan pihak terkait yang terlibat permasalahan ini dengan tuduhan "Pencemaran nama baik". Jelas Hr dan Iw.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi kantor desa Wanasalam dan bertemu langsung Kades Apan Sutarpan dan Ulis Enting Datim dan salah satu warga, kepada awak media Apan menjelaskan.

"Saya pribadi dengan Hr tidak ada permasalahan dikarenakan saya sudah ketemu dan menjelaskan bahwa saya tidak tahu tentang pembicaraannya, dikarenakan ini ungkapan pribadi ulis kalaupun itu benar terjadi dan silahkan tanya langsung ke yang bersangkutan yaitu ulis Enting. Intinya pemerintah desa Wanasalam tidak tahu menahu dan ikut campur permasalahan ini, kebetulan sekarang Umi Asep lagi menjalani Isolasi jadi tidak bisa hadir" jelas Kades Apan.

Sekretaris desa Wanasalam Enting Dastim menjelaskan bahwa informasi yang tersebar tersebut adalah tidak benar,

"Kejadian yang sebenarnya adalah saat itu saya dan Umi Asep lagi ngobrol tentang perjalanan kasus PDSMU kami ngebahas tentang kondisi kades Wanasalam, karena beliau pernah menjadi karyawan atau staf di PDSMU dan tidak ada obrolan lain apalagi sampai menyebutkan "Perjalanan kasus PDSMU bisa tetep berlanjut dikarenakan kasus tersebut atas intervensi dari Hr dan Iw". Demi Allah saya muslim saya tidak pernah mengucapkan omongan seperti itu, kebetulan sekarang Umi Asep lagi menjalani Isolasi jadi tidak bisa hadir" kilah Enting.

"Terkait bahasan tentang Iw, saya pernah bicara tentang Iw sewaktu ngebahas lokasi galian tanah, tidak membahas yang lain" tambah Enting.


Penulis: Hendarto

Posting Komentar

0 Komentar