Waspada!! WhatsApp Pimpinan Umum Media Mitra TNI-POLRI dan Charlie WPC dibobol Hacker

 

PSC. JAKARTA - Herman Budiantoro atau akrab dipanggil Totong, Pimpinan Umum Media Mitra TNI Polri sekaligus Wakil Ketua 1 DPC Aliansi Wartawan Indonesia Kabupaten Majalengka, hari ini Rabu 26 Mei 2021 Nomor WhatsApp 0853 1554 4234 milik pribadinya dihack orang tidak dikenal.

Juga nasib naas ini dialami pula oleh Charlie selaku general office komite perdamaian dunia 202 negara atau world peace commite (WPC) dengan nomor WhatsApp 0813-1131-5918 sama dihack orang tidak dikenal.

Herman membeberkan kronologis kejadian sebelum nomernya dihack. Menurut dia, awalnya ada chating masuk yang intinya akan digabungkan dengan grup Dinkes perihal informasi perkembangan kesehatan dan penanganan Covid-19.

"Karena saya hobi digiat sosial, saya kira chat tersebut benar dari pihak Dinkes, Setelah itu tiba-tiba nomer saya tidak bisa dioperasionalkan," jelasnya.

Tak hanya itu, Ia melanjutkan. "17 grup WA yang di dalamnya saya sebagai admin seolah-olah saya yang ambil alih (Pengaturan groupnya hanya admin yang bisa mengirim pesan) dan semua admin lain tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya," imbuhnya.

Akhirnya Herman pun berpesan, "Kalau ada yg meminta apapun (uang atau pulsa) dari nomor whatsapp lama saya nomor 0853-1554-4234 jangan dikasih." Tandasnya.

Charlie menjelaskan melalui telpon selulernya bahwa nomor WhatsApp miliknya sudah dibajak sama orang yang tidak bertanggungjawab, "Sudah banyak rekan saya yang kasih kabar dan jadi korban oleh orang yang menggunakan nomor WhatsApp dan mengaku atas nama saya sampai meminta uang cukup banyak sampai puluhan juta rupiah.

Apalagi saya sebagai general office komite perdamaian dunia 202 negara atau world peace commite (WPC) institusi kemasyatakatan internasional yang beranggotakan 202 negara  dan kebetulan saya general staff office mewakili asia tenggara tentunya banyak rekan didalam kontak" jelas Charlie.

"Saya tegaskan kalau ada yg meminta apapun (uang atau pulsa) dari nomor whatsapp lama saya nomor 0813-1131-5918 jangan dikasih". Tegasnya.

WhatsApp kini menjadi aplikasi berbagi pesan yang paling populer didunia. Aplikasi milik Facebook ini telah memiliki 1 miliar lebih pengguna WhatsApp.

Meski sering melakukan pemutakhiran (update), ternyata WhatsApp masih bisa dikloning (digandakan) dan juga dibajak (hack). Caranya pun tergolong mudah sebab bertebaran di dunia maya aplikasi meretas akun WhatsApp.

Untuk membajak akun WhatsApp pengguna harus terlebih dahulu mendaftarkan aplikasi WhatsApp dengan menggunakan nomor korban. Bila tidak mengaktifkan fitur two factor authentication maka akun pengguna bisa diambilalih segera.

Atau hacker mendaftarkan nomor akun WhatsApp pengguna, kemudian menggunakan spyware untuk mengintip kode verifikasi. Ada kemungkinan dengan cara manual dengan mengirimkan pesan atau berpura-pura melakukan survei yang intinya meminta kode verifikasi WhatsApp.

Mendapatkan kode verifikasi ini penting sebab WhatsApp tidak memungkinkan pengguna satu akun dalam dua atau lebih perangkat berbeda. Ketika kode verifikasi didapat maka akun WhatsApp telah dikuasai hacker.

Penulis : Hendarto

Posting Komentar

0 Komentar