Warga Pertanyakan Ijazah SD Juyinah Calon Kades Karanganyar

PSC Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya terkait pertanyaan warga desa Karanganyar, kecamatan Dawuan, kabupaten Majalengka tentang Ijazah yang dimiliki oleh kedua calon kepala desa, kini terkuak pula pertanyaan penting terkait hal tersebut ialah Ijazah SD yang dimiliki oleh Juyinah.

Menurut informasi yang didapat beredar luas dikalangan masyarakat bahwasanya Juyinah mengakui sekolah di SDN Karanganyar namun karena Ijazahnya hilang, kemudian bikin surat keterangan pengganti Ijazah dari SDN Karanganyar untuk melanjutkan pendidikan di PKBM Miftahul Huda-Kadipaten yaitu paket B setara SMP, kemudian ada kabar lagi Ijazahnya ditemukan namun warga yang mengetahui heran ternyata Ijazahnya keluar dari SDN Salawana. Berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media dari keterangan beberapa narasumber.

"Kami mengetahui bahwa Juyinah bersekolah di SDN Karanganyar namun belakangan ini ada kabar bahwa Ijazahnya hilang dan kemudian membuat surat keterangan pengganti Ijazah tertanggal 4 desember tahun 2019 untuk melengkapi persyaratan ujian pendidikan di PKBM Miftahul Huda-Kadipaten yaitu paket B setara SMP lulus tahun pelajaran 2019/2020. Kemudian ada kabar lagi Ijazahnya ditemukan namun kami heran Ijazahnya dari SDN Salawana tertanggal 10 Desember tahun 1974. Hal seperti ini bikin kami penasaran dan tanda tanya besar, apakah ini sesuai dengan aturan" jelas sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sumber juga menambahkan, "Kami meminta keterbukaan dan keterangannya dari pihak panitia sebelas (panitia Pilkades) untuk membahas tentang masalah ini, selanjutnya kalau memang betul tidak menyalahi peraturan kami persilahkan untuk melanjutkan, namun apabila sebaliknya kami meminta kepada panitia untuk bersikap tegas sesuai dengan aturan karena sudah jelas sanksinya seperti apa ?" tambahnya.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi kantor desa Karanganyar dan bertemu langsung dengan Tatang Surnata selaku ketua panitia sebelas pilkades Karanganyar beserta anggota dan BPD, kepada awak media Tatang menjelaskan.

"Dalam peraturan bupati kami pihak panitia Pilkades diharuskan cuma memastikan keabsahan Ijazah terakhir dan Ijazah terakhir Juyinah adalah sekolah paket B PKBM Miftahul Huda-Kadipaten setara SMP, nomor Induk Siswa Nasional/NISN Juyinah yang dapat diakses pada: https://referensi.data.kemdikbud.go.id/nisn/

Namun dikarenakan ini permintaan masyarakat dan penting untuk kami jelaskan bahwa Juyinah bersekolah di SDN Karanganyar dan saksi hidupnya pun banyak dan memang betul Ijazahnya dari SDN Salawana tertanggal 10 Desember tahun 1974. Hal ini terjadi dikarenakan SDN Karanganyar masih dibawah naungan SDN Salawana" jelas Tatang.

Linda selaku anggota BPD menambahkan, "Yang berhak menentukan Ijazah bermasalah atau tidak ialah pihak Dinas Pendidikan maka siapapun tidak ada hak untuk memponis tentang Ijazah tersebut" jelas Linda.

Ditempat yang sama ketua BPD Karanganyar Wahidi menjelaskan bahwa Ijazah SD Juyinah adalah benar.

"Kebetulan saya adalah adik kelas Juyinah beda sekitar 3 tahun tepatnya saya kelas 3 dan bu kuwu (red, Juyinah) kelas 6, dan memang betul dikarenakan saat itu tahun 1974 SD Karanganyar masih nginduk ke SD Salawana maka ujiannya ikut kesana. Tapi kalau saya ujiannya sudah di SDN Karanganyar" jelas Wahidi.

Diketahui sekarang ini desa Karanganyar, kecamatan Dawuan, kabupaten Majalengka akan mengadakan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang dilaksanakan serentak bersama beberapa desa lainnya pada tanggal 22 Mei 2021 untuk periode 2021 - 2027. Bertanding dalam pesta demokrasi ini ada dua orang calon kepala desa yaitu Miri Damiri mendapatkan nomor urut 1 (satu) dan Juyinah dengan nomor urut 2 (dua).

Penulis: Hendarto-Nanang.

Posting Komentar

0 Komentar