Ternyata PWI Majalengka Belum Terdaftar di Kantor Kesbangpol

PSC. MAJALENGKA - Menindaklanjuti percakapan disalah satu grup WhatsApp FKM kabupaten Majalengka yang didalamnya membahas terkait dugaan nyinyiran dari pihak PWI Kabupaten Majalengka tentang keberadaan legalitas organisasi Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) yang telah terdaftar di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Majalengka.

Dalam percakapan tersebut anggota grup dengan nomor 0821 1922 22** yang menamakan dirinya Mang Jalu mengaploud photo SKT AWI dari Kesbangpol kabupaten Majalengka kemudian disambut komentar dari ketua PWI Majalengka, Jejep Falahul Alam dengan nomor 0852 2159 99** dengan berceloteh "Daftar Ormas ya?" 7 April 2021.

Juga diperkuat dengan pemberitaan di media online "Tepatnya pada hari Selasa, 6 April 2021, kelompok organisasi masyarakat (ormas) yang mengaku sebagai lembaga pers datang berdiskusi ke sekretariat pwi Majalengka. Bahkan menjelaskan dalam catatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Majalengka, lembaga tersebut terdaftar sebagai Organisasi Masyarakat atau Ormas sampai tahun 2025" menurut sumber berita.

Menyikapi permasalahan ini, dengan maksud untuk membuka tabir supaya jelas dan menerangkan bahwa yang tepat menurut aturan di negara republik Indonesia. Bahwasanya seluruh warga Indonesia harus turut dan patuh terhadap peraturan yang ada, tak terkecuali walaupun insan pers atau wartawan ataupun organisasi pers, karena semua wartawan baik media cetak, elektronik, online, radio, itu tidak kebal hukum, sehingga wartawan tidak bisa sesuka hati, seenak udel mengabaikan peraturan.

Awak media mendatangi kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Majalengka, dan bertemu langsung dengan Sudinta Rachmad Herdiana, S.Sos.      Kepala Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang lebih akrab disapa Aceng menjelaskan, dengan disaksikan beberapa rekan stafnya.

"Menurut aturan, setiap perkumpulan atau organisasi yang didalamnya terdapat pengurus seperti ketua, sekretaris dan bendahara itu diharuskan melaporkan diri atau mendaftarkan ke pihak Kesbangpol setempat. Kalau AWI sudah terdaftar dan ada surat keterangan terdaftarnya (SKT) namun kalau PWI pihak kita baru melakukan persuasif dalam artian PWI belum mendaftarkan diri ke Kesbangpol kabupaten Majalengka" jelas Aceng dengan diiyakan beberapa rekan stafnya.

Aceng juga menambahkan "Seharusnya organisasi wartawan seperti PWI, AWI dan yang lainnya menurut aturan harus mendaftarkan atau memberitahukan keberadaan organisasinya di Kesbangpol setempat, karena disini wilayah kabupaten Majalengka ya berarti semua organisasi harus datang kesini" tambah Aceng.

Menyikapi keterangan dari Sudinta disapa Aceng, berarti sudah jelas tentang keberadaan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka yang diketahui berkantor alamat, No. 04, Jl. Gerakan Koperasi, Majalengka Wetan, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45411. Jelas jelas belum terdaftar di Kesbangpol Majalengka dan pihak PWI Majalengka yang diketuai oleh Jejep Falahul Alam diduga kuat tidak mentaati aturan.

Ditempat terpisah awak media mendatangi kantor Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) yang bertempat di Jl. Paseureuhan, No 14 RT01 RW 06, Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Ketua Masduki Muchsin, S.E. menjelaskan bahwa pihaknya taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku.

"Dari awal sejak dibentuknya AWI kabupaten Majalengka, kami bersikap taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku. Maka kami mendaftarkan diri ke pihak Kesbangpol Majalengka dan kami lengkapi data dari mulai surat keterangan domisili dari desa Sutawangi dan persyaratan lainnya"jelas Masduki.

Juga menambahkan, "Setidaknya kalau kita sudah memberitahukan tentang keberadaan organisasi kita, maka aktivitas kita diketahui dan tidak akan dicurigai seperti organisasi terlarang"tambahnya.

Awak media mencoba menghubungi ketua PWI Majalengka, Jejep Falahul Alam dengan nomor 0852 2159 99** melalui chatting WhatsApp, sabtu 8 Mei 2021 pukul 16 25. Dan kemudian menjawab "Muhun mangga" (red, Silahkan boleh)

Penulis: Hendarto.

Posting Komentar

0 Komentar