Pihak RSUD Majalengka Diduga Menolak Calon Pasien Keguguran

PSC. Majalengka - "Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula". Mungkin ungkapan itulah yang pantas diberikan bagi pasangan suami-istri yaitu ML dan NY warga kecamatan Jatiwangi, kabupaten Majalengka. 

Pasalnya hari raya Idul Fitri biasanya merasakan momen kebahagiaan namun lain lagi yang dialami oleh pasangan suami-istri ini malah mendapatkan kesedihan dengan mengalami keguguran kandungan dan tidak cukup sampai disitu kesedihannya ditambahkan dengan dugaan penolakan sewaktu mau berobat ke RSUD Majalengka.

Hal ini terungkap berdasarkan keterangan dari calon pasien pasangan suami-istri ML dan NY yang merasa dikecewakan oleh pihak RSUD Majalengka Senin 31 Mei 2021.

"Kami merasa dikecewakan oleh pihak RSUD Majalengka yang diduga kurang maksimal dalam melayani calon pasien sampai berani menolak dengan alasan tidak jelas, awal kejadian pas hari raya Idul Fitri Kamis, sekitar pukul 15 00, 13 Mei 2021 isteri saya (NY) yang sedang hamil muda mengalami keguguran/pendarahan, mungkin karena kecapean beraktivitas.

Jam 17 00  berangkat ke UPT Puskesmas DTP Jatiwangi dan kami dilayani dengan pelayanan awal yaitu Rapid Test Antigen SARS-COV-2, Metode Imunokromatografi dengan hasil Non Reaktif atau Negatif, kemudian oleh petugas jaga kami dirujuk untuk dirawat di RSUD Majalengka karena alat terbatas dengan dibekali berkas surat rujukan dan bukti hasil tes Negatif Covid-19.

Kemudian kami datang ke RSUD Majalengka sekitar pukul 19 00 langsung masuk IGD dan langsung diantar oleh security/satpam dan masuk ruang pelayanan khusus pemeriksaan.

Setelah petugas jaga memeriksa berkas yang kami bawa dari puskesmas Jatiwangi, kami malah disuruh untuk USG diluar RSUD Majalengka, dengan alasan petugas jaga bahwa berkas yang kami bawa dari puskesmas Jatiwangi kurang lengkap bahwa mereka juga seperti menakut nakutin kami, "Mending berobat diluar RSUD Majalengka biar tidak dicovidkan". Jelas ML dan NY.

"Selaku masyarakat kabupaten Majalengka, negara Indonesia, apakah kami tidak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pihak RSUD Majalengka, apakah karena pakai kartu KIS yang dibiayai oleh pemerintah sehingga kami bisa ditolak dirumah sakit tersebut?" Tambah ML dan NY.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi kantor RSUD Majalengka dan mengirimkan surat konfirmasi kepada Direktur RSUD Majalengka dan Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis. Dengan nomor: KFR - PWS  - VIII - 004 - 2021.

Sampai berita ini dimunculkan belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Majalengka.

Penulis: Hendarto

Posting Komentar

0 Komentar