Diduga Ada Pungutan Biaya Ujian di MAN 1 Majalengka

PSC. Majalengka - Belakangan ini sebagian orang tua siswa MAN 1 Majalengka merasa kebingungan dan selalu bertanya tanya tentang kebijakan yang telah dilakukan oleh pihak sekolah, bahwasanya dalam pelaksanaan ujian kelas XII tahun 2020 kemarin pihak sekolah diduga memungut uang sebesar 1 juta rupiah kepada siswa siswi peserta ujian.

Kebijakan yang telah dilakukan pihak sekolah MAN 1 Majalengka yang beralamat di Jl. Jen. Sudirman No.29, desa Talaga Kulon, kecamatan Talaga, kabupaten Majalengka ini mengundang reaksi dari beberapa orang tua murid yang menanyakan apakah kebijakan tersebut telah sesuai dengan aturan hukum dan kalau tidak sesuai dengan aturan, diharapkan pihak pemerintah untuk segera memberikan teguran agar supaya kedepannya tidak terjadi lagi.

Permasalah ini terkuak berdasarkan informasi dari beberapa sumber berikut orang tua murid Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka menjelaskan kepada awak media terkait peristiwa tersebut.

"Iya memang betul adanya dugaan pungli di MAN 1 Majalengka sebesar Rp 1.000.000 untuk biaya Ujian kelas XII tahun 2020, walaupun sebenarnya tidak setuju, namun kami menurut saja daripada nantinya tidak boleh mengikuti ujian pasti urusan jadi ribet" jelas narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sumber juga menambahkan, "Setau kami, dikarenakan sekolah ini sekolah Negeri maka tidak diperbolehkan melakukan pungutan seperti untuk uang biaya Ujian tersebut, mau pelaksanaan Ujian tatap muka ataupun Ujian cara online.

Apakah kebijakan tersebut telah sesuai dengan aturan hukum dan kalau tidak sesuai dengan aturan, diharapkan pihak pemerintah untuk segera memberikan teguran agar supaya kedepannya tidak terjadi lagi" tambahnya.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi MAN 1 Majalengka dan bertemu langsung dengan Plt Kepala Drs.H. Maman Abdurahman, M.Pd. dirinya menjelaskan tentang permasalahan tersebut.

"Saya sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah MAN 1 Majalengka, dikarenakan yang menjabat yaitu Drs.H. Ading Kusmaedi baru saja pensiun kemarin dan untuk permasalahan uang 1 juta rupiah itu bukan kewenangan saya, karena saya saat itu tidak menjabat kepala sekolah ini namun saya tahu tentang hal itu.

Memang betul siswa siswi kelas Xll yang kemarin ujian tahun 2020 dan sekarang sudah lulus keluar dari sekolah ini, mereka patungan 1 juta rupiah.

Namun itu biaya bukan untuk Ujian, melainkan patungan untuk biaya acara perpisahan dan dasar alasannya kami sudah kami persiapkan, seperti aturan hukumnya namun kami menyimpulkan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan aturan" jelas H maman.

H Maman menambahkan, "Untuk lebih jelasnya nanti kami akan segera kirimkan jawabannya terkait dasar alasannya atau aturan yang mengatur tentang kebijakan tersebut.

Mohon maaf saya tidak bisa bicara panjang lebar, karena sudah ada janji dengan pihak bank" tambahnya sambil bergegas pergi dan sampai berita ini disiarkan belum ada lagi keterangan resmi dari pihak MAN 1 Majalengka.

Pemberitaan ini bermaksud untuk kepentingan informasi bagi masyarakat luas agar terbuka dan tidak ada syak wasangka menduga duga bahwa perbuatan tersebut salah atau benar dan nantinya setelah pemberitaan ini menyebar tentunya para pejabat yang terkait seperti APH ataupun pejabat dalam dunia pendidikan akan menyimpulkan dan menjelaskan bahwasanya perbuatan yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah benar atau tidak.

Kalaupun perbuatan ini sesuai dengan aturan, tentunya para pejabat terkait akan memperbolehkan dan masyarakat luas akan menyadari dengan momen tersebut.

Sebaliknya kalau perbuatan ini tidak sesuai dengan aturan atau melanggar hukum, tentunya para pejabat terkait tidak akan tinggal diam akan segera bertindak dan memberikan sanksi terhadap para oknum yang terlibat dan masyarakat luas akan segera melaporkannya.

Penulis: Hendarto.

Posting Komentar

0 Komentar