Umi Bosar Diduga Terang-terangan Mendukung Bacalon Kepala Desa Sindangwangi

PSC. Majalengka - Tahun 2021 sebagian desa yang berada di kabupaten Majalengka, yang berjumlah 127 desa bulan mei mendatang akan mengadakan pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala desa priode 2021 - 2027. Dalam situasi seperti ini menurut aturan Undang-Undang Republik Indonesia, nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, (Pasal 51 huruf j)  seharusnya pihak perangkat desa harus bersikap NETRAL dengan cara tidak terang terangan mendukung atau ikut kampanye salah satu Calon atau Bacalon kepala desa. Namun bisa saja terjadi perangkat desa dengan dasar alasan bervariasi sampai terang terangan mendukung salah satu calon kepala desa walaupun hal seperti ini melanggar aturan, seperti halnya yang terjadi di desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Apakah dengan alasan ikatan keluarga, atau takut karena terancam diberhentikan jabatannya kalau terpilih kades yang lain, ataukah mungkin karena alasan lain seorang Kasi Pemerintahan Desa Sindangwangi, Bosar Suhaeri yang beralamat di kampung dukuh bandar, Rt.02 Rw.01, atau yang lebih akrab sapaan masyarakat dengan sebutan Umi Bosar diduga kuat dirinya dengan terang terangan mendukung bakal calon (Bacalon) kepala Desa Sindangwangi Dadan Armadani, yang diketahui Dadan Armadani adalah seorang Incumbent yang ikut kembali mendaftarkan diri dalam pemilihan kepala desa Sindangwangi.

"Kami sangat menyayangkan dengan sikap Umi Bosar yang tidak bersikap netral dalam situasi pilkades Sindangwangi sekarang, karena sebagai perangkat desa bapak Bosar diduga ikut aktif mendukung pergerakan calon kades Sindangwangi Dadan Armadani. Sedangkan kamu mengetahui, menurut aturan sebagai perangkat desa seharusnya netral jangan ada keterpihakan pada salah satu calon, namun Umi Bosar malah melanggarnya dengan bukti ada afloud fostingan melalui facebook photo mendukung calon kades Sindangwangi Dadan Armadani, sampai sampai dirinya mengarahkan warga lewat video call untuk mendukung Dadan Armadani" jelas Narasumber saat diwawancarai oleh awak media.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi kantor desa Sindangwangi, untuk meminta keterangan dari Umi Bosar, dalam keterangannya Bosar mengakui bahwa dirinya mendukung Bacalon kades Dadan Armadani sebagai ikatan keluarga bukan selaku perangkat desa Sindangwangi. 

"Saya sama keluarga kades Dadan Armadani mempunyai hubungan keluwarga, apalagi saya sering dibantu sama keluwarga kades jadi wajar saja kalau saya mendukung kades Dadan, namun saya menyatakan dukungan hanya sebagai ikatan keluarga bukan sebagai perangkat desa. Karena sewaktu saya sedang melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat sebagai perangkat desa, saya tidak pernah menyatakan mendukung ke kades Dadan bisa dibuktikan banyak saksinya" jelas Bosar mengelak. 

"Memang saya akui dalam fostingan facebook tim creative kades Dadan disitu ada photo saya yang menyatakan mendukung kades Dadan, tapi sekali lagi saya jelaskan itu bersifat keluwarga bukan selaku perangkat desa Sindangwangi, karena saya sedang pakai baju batik bukan seragam perangkat desa, namun saya belum pernah mengajak masyarakat lewat video call untuk mendukung salah satu calon. Dan coba cek di akun facebook pribadi saya, tidak pernah memfosting dukungan ke kades Dadan, melainkan saya selalu mengarahkan kepada masyarakat agar supaya bersikap netral dan untuk mendamaikan suasana pilkades Sindangwangi" tambah Bosar.

Menyikapi permasalahan ini sudah jelas, jika merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia, nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Umi Bosar diduga melanggar larangan perangkat desa (Pasal 51 huruf j) yang berbunyi: Perangkat desa dilarang: j. Ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau pemilihan kepala daerah.

Penulis : Hendarto.

Posting Komentar

0 Komentar