Pintu Air Saluran Irigasi di Desa Dawuan Dipertanyakan

PSC. Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya terkait permasalahan jalan Rabat Beton yang berada di komplek Sumur Bandung, desa Dawuan yang diduga bermasalah, dikarenakan pekerjaan baru selesai beberapa bulan saja, ternyata rabat beton tersebut sudah banyak yang rusak. http://www.pewartasemesta.com/2021/03/panitia-pembangunan-rabat-beton-desa.html

Dan ternyata kini terkuak kembali dugaan kebobrokan pihak desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka tersebut dalam melaksanakan pembangunan ditahun 2020 kemarin yaitu dalam pelaksanaan Rehabilitasi Saluran Drainase dengan anggaran sebesar 42,854,400 rupiah dari program Dana Desa (DD) tahap dua.

"Kami sangat kecewa kepada pemerintahan desa Dawuan yang dipimpin oleh kuwu Abdul, karena kini semakin jelas dia tidak bersungguh sungguh dalam membangun desa, kemarin sudah jelas proyek rabat beton bermasalah dan sekarang ketahuan lagi bahwa dalam pengerjaan saluran irigasi yang berada di wilayah Rt. 01 Rw. 03 Blok Dawuan diduga bermasalah pula, karena seharusnya dalam proyek tersebut dipasangkan pintu air namun faktanya kami perhatikan tidak ada"jelas beberapa narasumber saat diwawancarai oleh awak media.

Berdasarkan permasalahan tersebut, beberapa awak media mendatangi kantor desa Dawuan dengan maksud untuk melakukan konfirmasi.

Kepala Desa atau yang akrab disapa Kuwu Abdul Rohiman mempersilahkan awak media dengan syarat hanya perwakilan saja, dengan didampingi sekretaris Eka Sutrisna, S.T, Kasi Ekbang Endi Suhendi, Kuwu Abdul Rohiman menjelaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi saluran drainase tersebut telah sesuai RAB. 

"Pelaksanaan rehabilitasi saluran drainase dengan anggaran sebesar 42,854,400 rupiah dari dana desa tahun 2020 tahap dua dan kami telah melakukan telah sesuai aturan" jelas kuwu Abdul Rohiman.

Sekretaris Eka menambahkan, "Tentang pintu air yang dipertanyakan, itu memang ada dan sudah kami laksanakan yang posisinya berada di ujung saluran tepatnya di bawah tanggul dekat dengan Cai Geude (red" sungai induk) mungkin masyarakat tidak tahu dan tidak teliti memeriksakannya, memang menurut RAB ada pemasangan pintu air cuma satu yang terbuat dari fiber" jelas Eka dan diiyakan oleh kuwu Abdul. 

Namun ternyata setelah awak media kembali meminta keterangan dari beberapa narasumber menjelaskan bahwa, memang betul pintu air tersebut tidak ada 

"Perkataan kuwu Dawuan itu bohong, setelah mendengar keterangan dari pihak desa Dawuan yang menyebutkan bahwa telah dipasangkan pintu air satu buah, kemudian kami mengecek kembali dan memakai bukti rekaman photo dan video faktanya pintu air tersebut tidak ada" jelas narasumber.

Kepala Desa Dawuan, Abdul Rohiman Baihaqi sebagai pejabat pengguna anggaran yang bertanggung jawab kepada hasil semua program pembangunan di Desa, yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2020. Dimana sebagai pemegang amanah daripada Undang-Undang Desa, bahwa pembangunan yang dilaksanakan harus epektif, efisien, ekonomis, akuntable, transfaran, dan berkeadilan.

Penulis: Hendarto - Nanang.

Posting Komentar

0 Komentar