Panitia Pembangunan Rabat Beton Desa Dawuan Diduga Sunat Anggaran

PSC. Majalengka - Pemerintah desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka telah melaksanakan program Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2020 tahap II yang dalam pelaksanaan salah satunya direalisasikan untuk pembangunan jalan dengan metode rabat beton. 

Menurut sumber dari masyarakat bahwa pekerjaan rabat beton itu hasilnya tidak memuaskan, itu terbukti hanya dalam hitungan waktu kurang dari 7 bulan saja kondisi jalan tersebut sudah mengalami kerusakan atau amburadul, padahal Jalan itu tidak dilalui oleh kendaraan berat seperti mobil.

Dari hasil investigasi awak media dilapangan yang dengan disertai data foto, diduga bahwa pekerjaan rabat beton ini diduga tidak sesuai RAB ataupun spesifikasi tekhnis yang sudah ditetapkan standar oleh PU. dari mulai bahan material hingga ada dugaan mengurangi kualitas pekerjaan sehingga bermuara dan terindikasi merugikan keuangan Negara sebagaimana telah tertuang dalam UU Anti Korupsi.

Bahkan dugaan adanya unsur korupsi ini diperkuat oleh keterangan beberapa narasumber yang bisa dipercaya bahwa menurut sepengetahuannya anggaran Dana Desa tahun 2020 tahap II yang dikeluarkan untuk pekerjaan rabat beton ini sekitar 33 juta Rupiah, " Namun kami heran kenapa pekerjaan baru saja selesai belum juga setahun sekarang buktinya sudah banyak yang rusak dan kalau dikorek pake tanganpun ada beberapa bagian yang gampang ngelupas" jelas beberapa narasumber. 

Kepala Desa Dawuan, Abdul Rohiman Baihaqi sebagai pejabat pengguna anggaran yang bertanggung jawab kepada hasil semua program pembangunan di Desa, yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2020 tahap II. Dimana sebagai pemegang amanah daripada Undang-Undang Desa, bahwa pembangunan yang dilaksanakan harus epektif, efisien, ekonomis, akuntable, transfaran, dan berkeadilan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, beberapa awak media mendatangi kantor desa Dawuan dengan maksud untuk melakukan konfirmasi, Kepala Desa atau yang akrab disapa Kuwu Abdul Rohiman mempersilahkan awak media dengan syarat hanya perwakilan saja, dengan didampingi sekretaris Eka Sutrisna, S.T, Kasi Ekbang Endi Suhendi, Kuwu Abdul Rohiman menjelaskan bahwa pekerjaan rabat beton tersebut telah sesuai RAB. 

"Pelaksanaan rabat beton tersebut menghabiskan anggaran sebesar 33,435,000 rupiah dari dana desa tahun 2020 tahap dua dan kami telah melakukan telah sesuai aturan" jelas kuwu Abdul Rohiman.

Ditambahkan oleh Kasi Ekbang Endi Suhendi menjelaskan bahwa memang rabat beton cepat rusak karena belum layak digunakan sudah sering dilewati kendaraan. 

"Baru saja selesai sekitar dua minggu rabat beton belum kering banyak masyarakat yang lewat kelokasi, mungkin mereka takut karena menghindari razia kepolisian akibatnya rabat beton tersebut cepat rusak seperti sekarang, dalam pekerjaannya saya dilapangan memakai komposisi adonan 10 pengki pasir, 15 pengki batu seplit dan 1 sak semen dengan memakai alat mesin molen" jelas Ekbang. 

Namun hal yang aneh keterangan Ekbang tersebut ditepis oleh Sekretaris Eka Sutrisna, S.T, bahwa pihaknya memakai sistem tidak sama dengan keterangan Ekbang. 

"Sebenarnya kami memakai sistem komposisi adonan adukan cor tidak sama dengan pa Ekbang melainkan sesuai dengan aturan, namun saya akui jarang ke lokasi proyek, karena yang mengurus adalah pa Ekbang" jelas Eka

Penulis: Hendarto - Nanang.

Posting Komentar

0 Komentar