Diduga Belum Kantongi Ijin Pembangunan Pabrik Masih Terus Berjalan

PSC. Majalengka -  Keberadaan bangunan yang konon katanya akan dibuatkan pabrik PT Indofood yang ada di Desa Bongaskulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang tepatnya berada di lokasi pintu masuk Tol Cipali masih dipertanyakan, terkait ijin oleh beberapa aktivis di Kabupaten Majalengka - Provinsi Jawa Barat ," kamis (11/03/2021)

Pasalnya ijin bangunan dan beberapa ijin lainnya diduga tidak sesuai prosedur yang harus dilalui, selain itu terkesan banyak pelanggaran yang sepertinya disengaja demi kelancaran proses tersebut.

Hal ini di ungkapkan oleh Charlie, general office Komite perdamaian dunia 202 negara atau world peace commite, pada awak Media dikantornya di Desa Beusi kecamatan Ligung kabupaten Majalengka, Charlie sudah menghubungi perwakilan pihak oner melalui sambungan Celuller dari Perusahaan tersebut, namun belum mendapat jawaban dari pihak yang bersangkutan.

“Saya selaku Ketua Perwakilan general office Komite perdamaian dunia 202 negara atau world peace commite, sudah beberapa hari turun kelokasi namun tidak ada perwakilan dari pihak perusahaan yang bisa kami temui untuk dipintai keteranganya. menurut informasi dari berbagai sumber di Lapangan yang kami dapat infonya akan di bangun Pabrik  "Indofood" dan pembangunan fisik dari pancang Besi dan pemagaran sudah berlangsung sudah sebulan lebih menurut para pekerja yang kami jumpai di lokasi"Ucapnya.

"Cahrlie menambahkan mengenai dugaan adanya ketidak beresan surat perijinan mendirikan perusahaan menurut informasi  PT. Indofood tersebut, sudah kami telusuri pada Dinas Perijinan dan perwakilan dari mereka menjelaskan kepada kami, PT tersebut belum menempuh prosedur ijin dan seharusnya tidak boleh ada pembangungan, oleh sebab itu kami terpaksa akan membawa persoalan ini pada Pihak" yang terkait dalam hal ini, kalau Perlu ke DPRD kabupaten majalengka." Ungkap Charlie.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi lokasi pembangunan pabrik dan mencari informasi dari beberapa pekerja, namun pihak kantornya tidak dapat ditemui dikarenakan tidak ada di tempat. 

"Kami di sini hanya bekerja untuk mengenai perijinan ataupun lainnya kami tidak bisa menjawab dan kebetulan pula kepala proyek ataupun mandor sedang keluar" jelas beberapa pekerja. 

Penulis: Hendarto.

Posting Komentar

0 Komentar