Ahli Waris Korban Meninggal Covid-19 Tidak Dapat Santunan Dari Pemerintah

PSC. Majalengka - Sampai saat ini negara Indonesia belum juga terbebas dari bencana dengan merebaknya Virus Corona atau Covid-19. Pemerintah terus berupaya untuk menanggulangi agar supaya warga terbebas dari virus corona dengan berbagai cara seperti menyarankan pola hidup sehat dan juga penanganan yang terarah secara maksimal sesuai standar operasional pelayanan (SOP) ditempat pasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dan klinik pelayanan kesehatan lainnya sampai memborong vaksin dari luar negeri juga berupaya untuk membuat vaksin didalam negeri.

Dampak dari vandemi ini mengakibatkan kehidupan serba sulit, ekonomi masyarakat lapisan bawah sangat merasakan akibatnya, hingga disisi lain, Pemerintah menggelontorkan anggaran cukup besar untuk masyarakat terdampak dari Covid-19 melalui beberapa opsi seperti diantaranya Bantuan Sembako Provinsi, Bansos Tunai, BLT dana desa, BLT kabupaten, Listrik gratis atau diskon, Subsidi gaji karyawan, BLT usaha mikro dan ada lagi jenis bantuan lainnya. 

Belakangan ini merebak isu tentang kabar bahwa ahli waris korban meninggal karena Covid-19 dapat santunan dari Pemerintah sebesar Rp 15 juta rupiah, namun faktanya kabar tersebut adalah tidak benar, dikarenakan sampai saat ini belum ada yang mendapatkan dana santunan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Dra. Erna Yulmarita, M.M. selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, kepada awak media media menjelaskan, senin 29 maret 2021.


"Masyarakat majalengka yang meninggal karena Covid-19 sudah banyak untuk data detailnya silahkan hubungi pihak terkait dan ahli waris yang sudah mengajukan santunan ke pemerintah melalui Kementerian Sosial RI lewat Dinsos Majalengka sampai sekarang jumlahnya ada 78 orang atau ahli waris, namun hingga saat ini belum ada satupun yang cair.

Bahkan hal itu mustahil akan terlaksana dikarenakan sudah ada surat edaran dari Kementerian Sosial RI nomor: 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tanggal 18 februari 2021 yang ditandatangani oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial SUNARTI dan ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat nomor: 815/KS.04.01.02/Linjamsos tanggal 19 februari 2021 ditandatangani oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dr.H Dodo Suhendar, MM.

Yang inti maksud dari surat edaran tersebut adalah. "Pada tahun 2021 tidak tersedia Alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi ahli waris pada Kementerian Sosial RI, sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi/Kab/Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti". Jelas Dra. Erna. 

"Maka kami berharap kepada masyarakat jangan gampang terpengaruh oleh berita yang belum pasti atau hoax" tambahnya. 

Penulis: Hendarto.

Posting Komentar

0 Komentar