Calon Pasien Puskesmas Ligung Dan Pengantar Harus Test Swab Bayar 100 Ribu Rupiah

PSC. Majalengka - Saat ini negara Indonesia belum juga terbebas dari bencana dengan merebaknya Virus Corona atau Covid-19.

Dampak dari bencana ini mengakibatkan kehidupan serba sulit, ekonomi masyarakat lapisan bawah sangat merasakan akibatnya. 

Pemerintah terus berupaya untuk menanggulangi agar supaya warga terbebas dari virus corona dengan berbagai cara seperti menyarankan pola hidup sehat dan juga penanganan yang terarah secara maksimal sesuai standar operasional pelayanan (SOP) ditempat pasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dan klinik pelayanan kesehatan lainnya. 

Dampak dari wabah virus Covid-19 ini, rupanya ada sebagian tenaga kesehatan yang diduga memanfaatkan moment untuk mencari penghasilan tambahan ataukah mungkin karena saking ketakutan atau kebodohan tenaga medis, karena setiap kali ada calon pasien yang datang untuk berobat tenaga medis ini selalu menyarankan kepada calon pasien untuk melakukan tes swab (alat test virus corona dengan cara memasukkan alat kelubang hidung) peristiwa ini terjadi kepada calon pasien beserta keluarga yang ikut mengantarkan untuk berobat ke puskesmas Ligung yang berada didesa Ligunglor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Bahkan bukan cuma calon pasien saja, keluarga yang mengantarkan sebanyak lima orangpun diharuskan ikut ditest swab dengan biaya ditanggung pribadi sebesar seratus ribu rupiah perorang, hmm sudah kebayang belum juga calon pasien dirawat harus mengeluarkan uang dengan total 600 ribu rupiah dan akhirnya keluarga sepakat untuk tidak jadi dirawat di puskesmas Ligung. 

Hal ini diungkapkan oleh Id dan Nd warga kecamatan Ligung, yang bersetatus suami isteri kepada awak media media menjelaskan, 

"Kami sangat kecewa dengan pelayanan di puskesmas Ligung, karena saya belum juga dirawat harus terlebih dahulu mengeluarkan uang untuk biaya tes swab, saat itu saya mau dirawat karena sakit kepala pusing, perut nyeri mual, namun suhu tubuh tidak panas" Jelas Id 

Juga Nd sang suami menambahkan, "Saat itu pas waktu kejadian hari jum'at tgl 12 februari 2021 sekitar pukul 17.30 wib. Kami sekeluwarga datang dilayani oleh tenaga kesehatan puskesmas Ligung laki laki. Kata petugas jaga harus test swab semuanya dengan cara dicolok hidungnya, padahal yang sakit cuma satu orang itu isteri saya, kalau yang nganter memang lima orang kebayang belum juga dirawat sudah harus bayar 600 ribu untuk test swab. 

Makanya dari pada belum dirawat harus mengeluarkan uang mendingan tidak jadi dirawat, akhirnya kami membawa isteri saya ke klinik swasta dan kami dilayani tanpa harus mengeluarkan uang dulu dan setelah dirawat selama dua hari klinik tersebut menyimpulkan bahwa isteri saya sakit lambung, ginjal, gula darah 504 dan tekanan darah cuma 100" jelas Nd. 

"Sebagai masyarakat kami ingin bertanya kalau mau dirawat dipuskesmas apakah SOPnya harus di tes swab / colok hidung dulu?

Dan kalau Tes Swab apakah harus bayar 100 ribu, apakah biaya 100 ribu tersebut telah sesuai prosedur, bukannya pelayanan dipuskesmas itu sudah dibiayai oleh Negara alias gratis?" Tambah Nd dengan diiyakan pihak keluwarganya. 

Untuk melengkapi informasi awak media menghubungi Kepala UPTD Puskesmas Ligung Eli Yuliawati, S.E, S.ST. Melalui pesan whatsapp dengan nomor 0813 1250 xxxx, dengan maksud untuk mendapatkan keterangan dari terkait permasalahan tersebut, melalui pesan whatsapp Eli menjelaskan. 

"Waalaikumsalam.terimakasih pa masukannya.

Setiap yg akan dirawat sesuai sop dan permintaan dokter yg merawat harus di swab antigen untuk keamanan. Kalau hasil positif kita rujuk ke RS.

Swab antigen kita pengadaan sendiri krn dari dinkes terbatas untuk yang kontak erat konfirmasui, ntuk pasen saja pak, untuk penunggu cukup 1 orang dengan prokes salah satunya masker.

Mungkin karena banyak yg ngantar atau nengok untuk lebih aman sebaiknya di test antibodi atau swab antigen. Mungkin itu pa barangkali salah pengertian..terimakasih" jelas Eli sesuai pesan whatsapp. 

Ditempat terpisah awak media mendapatkan keterangan dari salah satu Kepala UPTD Puskesmas yang tidak bersedia disebutkan identitasnya menjelaskan bahwa, 

"Kalau memang betul ada calon pasien yang dicurigai terpapar virus Covid-19, petugas medis puskesmas tinggal mengecek dulu dengan cara yang sesuai SOP ataukah tes swab atau lainnya, kalau pihak pengantar seperti keluwarga tidak harus dicek terlebih dahulu kecuali kalau pasien sudah jelas reaktif itu cerita lain. 

Yang jelas alat yang ada telah disediakan oleh pemerintah secara gratis, kalaupun memang alatnya sudah tidak memungkinkan, ya tinggal koordinasi kepada pihak terkait seperti dirujuk kerumah sakit yang memungkinkan" salah satu kepala puskesmas. 

Penulis: Hendarto - D Krisna.

Posting Komentar

0 Komentar