Ada Apa? Pihak Kantor ATR/BPN Kabupaten Majalengka Diduga Melindungi Oknum

PSC. Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya terkait permasalahan pembuatan salah satu sertifikat tanah melalui program PTSL tahun 2018 didesa Leuwiliang Baru, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, yang mana pembuatan Sertifikat No.00373 tanda bukti hak milik atas nama DATI BT WARPAN tersebut tanpa persetujuan ketujuh ahli waris (Didi Warsidi bin Emed alm bin Warpan alm, Wasti binti Warpan alm, Karsita bin Warpan alm, Saptinah binti Warpan alm, Ida binti Warpan alm, Saripan bin Warpan alm, Ita Sanita bin Warpan alm). Berdasarkan dari kejadian tersebut, ketujuh ahli waris berniat untuk melakukan pengecekan data pendukung atau berkas untuk syarat pembuatan sertifikat tanah melalui kantor ATR/BPN Kabupaten Majalengka

Saat awak media beserta ketujuh ahli waris mendatangi kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Majalengka, kedatangannya disambut oleh petugas keamanan dan menyebutkan bahwa kepala kantor sedang ada acara rapat,

"Kebetulan kepala kantor sedang ada acara rapat diluar dan petugas yang berkompeten menyikapi permasalahan ini sedang ada kunjungan kelapangan, jadi mohon maaf pihak BPN tidak dapat menerima langsung kunjungannya" jelas petugas keamanan/Satpam. 

Lebih lanjut awak media mengirimkan surat konfirmasi kepada kepala kantor ATR/BPN Kabupaten Majalengka dengan nomor:TBSBRT - PWS  - II - 58 -  2021 - K2. Dan Sampai berita ini dimunculkan belum ada keterangan resmi dari pihak kantor ATR/BPN Kabupaten Majalengka.

Menyikapi permasalahan ini ketujuh ahli waris menyayangkan dengan tertutupnya pihak kantor ATR/BPN Kabupaten Majalengka,

"Seharusnya setiap kali ada permasalahan sengketa tanah, pihak kantor ATR/BPN cepat tanggap untuk membereskan, kami selaku masyarakat yang dirugikan sangat mengharapkan kejujuran dan kooperatif dari pihak kantor yang berwenang, karena kami adalah masyarakat yang tertindas sangat mengharapkan kejujuran dan layak untuk dibantu" jelas ketujuh ahli waris. 

Penulis: Hendarto - D Krisna.

Posting Komentar

0 Komentar