Uang Ketua LMPI Tak Kunjung Diganti, Gudang Mayora Didemo Ratusan LMPI

PSC. Cirebon - Dengan adanya kerugian yang cukup besar dialami oleh para Supplier Bahan Bangunan dan upah kerja untuk pembangunan gudang Mayora yang sampai saat ini belum ada penyelesaian akhirnya Mayora kembali di demo oleh Ormas Laskar Merah Putih Indonesia ( LMPI ) Cirebon Raya pasalnya disisi lain karena adanya uang Ketua Ormas LMPI Cirebon yaitu KH. Imam Annas L.C sebesar kurang lebih Rp. 400 juta rupiah yang masih belum dikembalikan oleh pihak Mayora melalui salah satu Supplier material untuk pembangunan gudang PT. Cipta Niaga Semesta (Mayora Group) 

Bersama ratusan anggotanya kurang lebih 700 anggota Ketua Ormas LMPI mendatangi perusahaan Mayora yang beralamat di Jln Raya Kanci Desa Jagapura Lor Kecamatan Pangenan untuk melakukan Aksi Moral LMPI Bersama Rakyat Melawan Oknum Cukong. Senin 14/12/2020

Setelah melakukan orasi beberapa menit Ketua Ormas LMPI dan beberapa perwakilan dari pihak Ormas LMPI sebanyak 5 orang diizinkan masuk ke ruangan gedung Mayora untuk melakukan mediasi, hadir juga dalam kesempatan tersebut dari unsur muspika dan muspida diantaranya, Camat Pangenan, Kapolsek Kec Pangenan, Danramil Kec Pangenan serta turut hadir pula dari pihak kepolisian Polresta Cirebon yang diwakili Kabag Ops, Kanit Sabara juga Kasat Reskrim dan jajaran lainnya juga dari pihak Mayora diwakili oleh Manager dan HRD

Dikatakan Ketua Ormas LMPI, kedatangannya ke Mayora tidak lain hanya ingin mempertanyakan pertanggung jawaban dari pihak Mayora mengenai material yang dipakai berasal dari salah satu Supplier yang mana uangnya adalah milik Ketua Ormas LMPI sebesar 400 juta rupiah dan juga Supplir yang lainnya dengan total keseluruhan Rp. 2,3 Milyard 

Hendra selaku Korwil satu Ormas LMPI yang mendampingi Ketua, mempertanyakan dari pihak Mayora kenapa tidak selektif memilih salah satu Subkon hinga mengakibatkan kerugian bagi pihak Supplier Miliyaran rupiah

Dari pihak Mayora yang diwakili oleh Jos selaku Manager dan Giyanto selaku HRD dal;am pertemuan tersebut tidak bisa memberikan tanggapan atau kesimpulan "Kami disinih tidak memiliki kewenangan penuh karena tidak memiliki kapasitas dan kewenangan," jelas Jos

Wakasat Reskrim Polresta Cirebon IPTU Triyono, SH., S.I.K., yang turut serta hadir menegaskan, untuk kedepannya pihak Polresta Cirebon akan memfasilitasi antara pihak Mayora dengan 6 perwakilan dari Ormas LMPI dan 9 supplier untuk mengadakan pertemuan di Polresta Cirebon, agar tidak ada unjuk rasa susulan kedepannya dan mendapatkan solusi yang terbaik.

Setelah Mediasi diruangan gudang Mayora KH Imam Anas kembali mengatakan, dalam pertemuan ini belum ada titik temu karena pihak Mayora yang mewakili belum bisa memberikan solusi atau jawaban apapun tentang tuntutannya penagihan hutang 

"Pihak Mayora terlalu berani mempermainkan, terlalu lancang terhadap saudara - saudara pribumi khususnya wong Cirebon, apabila unjuk rasa ini tidak berhasil maka akan ada unjuk rasa selanjutnya yang mengerahkan lebih banyak lagi anggota" ucapnya

H Lani selaku perwakilan supplier menginginkan permasalahan ini cepat selesai, "mati hidup kami ada disini jadi apapun kami akan berusaha untuk menagih hak kami," 

Pantauan media ini dalam melaksanakan aksi moral di Gudang Mayora yang dipimpin langsung oleh Ketua Marcab Ormas LMPI KH Imam Annas L.C beserta seluruh anggotanya tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat sesuai anjuran pemerintah daerah Cirebon yaitu 3.M Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan. (Rockheli)

Posting Komentar

0 Komentar