Proyek Drainase Pemukiman di Desa Beusi Majalengka Patut Dipertanyakan

 


PSC. Majalengka - Pemerintah telah menurunkan anggaran dana desa (DD) untuk tahun 2020 sebesar Rp72 triliun. Jumlah itu naik Rp2 trilun dari tahun 2019 yang hanya berkisar Rp 70 triliun. Anggaran dana desa tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi ekonomi desa dan tentunya untuk dijalankan dengan amanah tidak untuk melanggar aturan hukum.

Namun apa yang terjadi didesa Beusi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka rupanya bertolak belakang dan tidak mencerminkan pigur pemimpin dan pengayom masyarakat yang baik. Hal ini terkuak menurut penelusuran yang dilakukan oleh awak media dari pengakuan beberapa narasumber menerangkan bahwa didesa Beusi ada beberapa permasalahan,

Dikatakan Narasumber, "Kami warga Masyarakat Desa Beusi merasa dibodohi oleh pemerintahan desa yang sekarang dipimpin oleh kepala desa Uus Usman, dalam pelaksanaan Pembangunan ditahun sekarang 2020 seperti dugaan korupsi dalam pelaksanaan pekerjaan drainase pemukiman yang berada diblok Entuk yang sesuai keterangan dalam papan proyek, pekerjaan drainase atau saluran air ini menghabiskan anggaran sebesar sesuai papan proyek Rp. 67.730.500 rupiah berasal dari Dana Desa tahap 3 tahun 2020, dengan ukuran panjang Panjang 85 Meter X Lebar 0,35 Meter" jelas Narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Narasumber menambahkan, "Kami menemukan kejanggalan diantaranya pembangunan drainase ini tidak memakai pondasi atau tidak digali. Ukuran tingginya tidak sama, ada yang 0.60 meter, 0.70 meter, 0.80 meter dan 0.90 meter, ada sebagian yang direhab ulang dengan material batu yang lama dan material memakai bahan baku dari batu putih/batu curi. Kami berkeyakinan anggaran sesuai papan proyek Rp. 67.730.500 rupiah dikurangi biaya terpakai hanyalah sekitar Rp. 25.650.000 rupiah maka ada sisa Rp. 42.080.500 rupiah.

Yang jadi pertanyaan dikemanakan, kelebihan Anggaran yang sekitar 42 juta rupiah tersebut ???.

Apalagi melihat kondisi pekerjaan ada sebagian yang direhab ulang dengan material batu yang lama juga bahan material batu putih/batu curi kuwalitas barang kurang bagus dan harganya pun lebih murah dari batu sungai Cikeruh, apakah hal seperti ini bukan praktek Korupsi.” Tegasnya.

Untuk melengkapi inpormasi awak media mendatangi kantor desa Beusi dengan maksud untuk melakukan konfirmasi terkait permasalahan tersebut. Dikarenakan kepala desa sedang tidak ada ditempat, maka dilayangkan surat konfirmasi Kepada Kepala Desa Beusi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka Uus Usman H dengan Nomor: KFR - MPB  - lll - 168 -2020.

Namun sampai berita ini dimunculkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintahan desa Beusi. (Hendarto)

Posting Komentar

0 Komentar