"TKA PT SING WEALTH TEXTILE Ligung Majalengka Berulah" Diduga Pukul Karyawan Hingga Memecat Tanpa Kesalahan Jelas


PSC. Majalengka - Tt,(23) warga desa bondan, kabuapten indramayu yang bekerja di pabrik Tekstile PT singwell yang berlokasi di Desa ligung, Kecamatan Ligung, Majalengka mengalami nasib yang naas karena dirinya tidak pernah menyangka sebelum nya atas apa yang terjadi pada dirinya.

Pasal nya, pada selasa(23/06/2020) penuturan Tatang kepada Awak Media diri nya mengalami pemukulan yang di duga kuat di lakukan oleh seorang TKA (tenaga kerja asing) yang menduduki jabatan sebagai general manager di PT singwell Mr lee, atau lebih sering di sapa mr. Leo.

Tt mengaku bahwa Mr leo memukul perut nya tanpa sebab, sehingga Tt merasa ada yang sakit seperti mules selama beberapa hari.

" waktu itu saya sudah jam kerja pak, persiapan mau pulang, namun Mr leo meminta saya tetap bekerja menimbang benang, karena jam kerja saya sudah habis saya menolak dan mengatakan mau pulang karena sudah habis jam kerja, tanpa di sangka mr leo menonjok perut saya sekali pak, beberapa hari ini saya sering merasa mules" Ungkap Tt.

Miris nya, setelah kejadian itu Tt langsung di PHK yang di duga sepihak karena pengakuan Tt dirinya mendapat kontrak 3 tahun, dan masih ada beberapa bulan sebelum habis kontrak.

"Ya gimana lagi pak, mr leo nya sudah gak mau sama saya, saya di pecat meski masih pengen kerja, padahal kontrak saya masih ada beberapa bulan lagi " ujar nya terbata bata." 

Awak media mendapat beberapa informasi dari beberapa narasumber sekitar perusahaan, yang tidak mau disebutkan namanya, memang kami sering dengar kearogansian pada karyawan sering terjadi, bukan kali ini saja, yang dilakukan pemilik perusahaan "PT Singwelth textile" mr.lee/Leo, dan harapan dengan adanya sosial countrol dari Media (Mr.leo) ada efek jera sekaligus harapannya membawa perubahan dan tidak mengulangi perbuatanya pada tatang" yang lainya"ucapnya.


Saat dikonfirmasi awak media, pihak perusahaan yang di wakil kan (HRD) ade,  di ruang kerjanya, menuturkan bahwa dirinya memang mendengar kejadian tersebut, akan tetapi saya tidak melihat langsung kejadian itu. dan atas nama perusahaan, kami meminta maaf pada korban dan keluarga atas tragedi tersebut.

Masih kata "ade, pihaknya sudah ada mediasi kekeluargaan dengan korban, bahkan tuntutan korban meminta haknya sebagai karyawan atas pemecatan dirinya akan dibayarkan dibulan depan tgl.15/07/2020"tuturnya.

Perbuatan tindak penganiayaan itu sendiri sudah diatur dalam Pasal 351 kitab Undang - undangHukum Pidana (KUHP) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. 


Penulis ; Ato.
Keterangan photo ; Tampak depan PT Singwelth textile.
Tt korban beserta rekannya.

Posting Komentar

0 Komentar