Perangkat Desa Palasah Dapat Bantuan Covid, Warga Jompo Hanya Melongo Dicatut Nama

PSC Majalengka - Menindaklanjuti penyampaian kekecewaan masyarakat kepada pihak pemerintah desa Palasah, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka Kamis 11/6, dalam pemberitaan edisi sebelumnya terkait "Pembagian Bantuan Covid Dituding Tidak Tepat Sasaran, Warga Palasah Datangi Kantor Desa".

Awak media bersama warga menyaksikan penjelasan dari Kepala Desa Palasah Surandi. S.Kom dengan didampingi beberapa perangkat menjelaskan dan mengakui keempat perangkat desa mendapatkan jatah bantuan dari anggaran Covid-19 namun dirinya berkilah bahwa bantuan tersebut telah dialihkan pada warga yang lebih membutuhkan dengan penjelasan Dendi Darmansyah sebagai Kasi Pemerintahan jatahnya dikasihkan kepada Ibu Karniah warga blok rabu. Karman sebagai Kasi Ekbang jatahnya dikasihkan kepada Ibu Karni blok kamis. Masta sebagai Kadus 1 jatahnya dikasihkan kepada bapak Kuswanda warga blok minggu. Sumarna sebagai Kesra jatahnya dikasihkan kepada Ibu Duyim warga blok senin. 


Namun rupanya apa yang dikatakan oleh kades Palasah lain pula pengakuan masyarakat, saat awak media mendatangi Ibu Duyim 74 thn ternyata dia tidak merasa menerima bantuan dana covid tersebut, "Iya saya tidak merasa menerima bantuan dana covid seperti sembako dan uang tunai cuma saya pernah menerima bantuan cuma beras jakat fitrah waktu bulan ramadhan" jelas Duyim. 

Bahkan ada juga bapak Sapdani 80thn warga dusun kondangjaya sama sekali belum pernah merasakan bantuan dari dana covid tersebut. 

Untuk melengkapi informasi awak media melakukan konfirmasi lanjutan kepada Kepala Desa Palasah Surandi. S.Kom, dengan didampingi beberapa perangkat, Kepala Desa Palasah menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan kebijakan dengan benar dan sesuai prosedur, 


"Kami akui bantuan dari kabupaten Majalengka sampai sekarang belum turun namun sudah ada keputusan para penerimanya dan juga nanti bakal ada kuota tambahan dan saya yaqin semua yang diusulkan oleh warga akan kebagian bantuan. 
Kami sudah mensiasati bahwa keempat para perangkat desa juga kami usulkan dan sudah mendapatkan jatah bantuan dari anggaran provinsi Jawa Barat yaitu sembako dan uang tunai namun mereka tidak menikmati dan dialihkan pada masyarakat yang betul membutuhkannya kalau memang ibu Duyim tidak merasa menerima kami bisa buktikan lewat kesaksian petugas pengantar yaitu penjaga/jugul desa dan bapak Sapdani memang dia belum terdata dan akan diajukan supaya sama dapat bantuan" Ucap Surandi

"Kami belum mendapatkan kejelasan apakah perangkat desa layak atau tidak mendapatkan bantuan dari dana covid tersebut, makanya kami mencoba mengajukan dan akhirnya mendapatkan jatah dari bantuan provinsi Jawa Barat dengan bentuk Sembako dan uang tunai" tambahnya. 

Menyikapi penjelasan dari kades Palasah, sdr Asep, Suswana, Oding, Dedi, Bayu dan Adang selaku perwakilan warga menjelaskan bahwa itu hanyalah kata pembelaan, "Kami perhatikan penjelasan dari kuwu Surandi itu hanyalah jurus bela diri untuk menutupi kesalahannya, karena sudah jelas jelas mereka kurang mementingkan warga miskin dan memanfaatkan kesempatan musibah untuk mencari keuntungan pribadi dan orang dekatnya" jelas Perwakilan warga. 

Penulis: ATO. 
Keterangan photo: suasana kantor desa Palasah. 
Ibu Duyim - bapak Sapdani.

Posting Komentar

0 Komentar