Pembagian Bantuan Covid Dituding Tidak Tepat Sasaran, Warga Palasah Datangi Kantor Desa

PSC. Majalengka - Kamis 11/6, Warga Desa Palasah, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka menyampaikan kekecewaannya kepada pihak pemerintah desa Palasah. 

Hal ini dikarenakan masyarakat menilai pihak desa palasah tidak terbuka juga terkesan mementingkan masyarakat miskin yang betul betul membutuhkan bahkan diduga mementingkan perangkat desa dan warga yang dekat sehingga beberapa perangkat desa dan warga mampu terdaftar sebagai penerima bantuan anggaran corona. 


Saat menyampaikan kekecewaannya sdr Suswana, Oding, Dedi, Bayu dan Adang selaku perwakilan menjelaskan. "Kami sangat merasa kecewa dengan kinerja pemerintah desa Palasah yang dipimpin oleh kuwu Surandi, karena dalam kondisi sekarang masyarakat kena dampak dari musibah dengan merebaknya virus corona ternyata kurang memerhatikan warga yang betul betul membutuhkan bisa sampai kelewat tidak dapat bantuan sama sekali seperti yang sekarang kami hadirkan dikantor desa ada dua orang tua jompo faktanya sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari dana corona. Namun kami sangat heran kenapa perangkat desa dan ada pensiunan sampai bisa mendapatkan bantuan? berarti pihak desa mengajukan" jelas warga. 

Dengan didampingi beberapa perangkat, Kepala Desa Palasah Surandi menjawab bahwa pihaknya sudah menjalankan kebijakan dengan benar dan sesuai prosedur, "Kami selaku pemerintah desa Palasah sudah mengupayakan pengajuan bantuan secara maksimal dan tentunya mengutamakan warga miskin dan ini bukti bahwa ada data penerima bantuan baik dari anggaran pusat sampai anggaran BLT DD dan memang kami akui bantuan dari kabupaten Majalengka sampai sekarang belum turun namun sudah ada keputusan para penerimanya. Juga kami sudah mensiasati bahwa para perangkat desa juga kami usulkan yang nantinya mereka tidak akan menerima bantuan namun akan dikasihkan pada warga yang membutuhkan yang terkendala karena tidak mempunyai kartu keluwarga (KK)" jelasnya. 


Menyikapi penjelasan dari kades Palasah sdr Asep menjelaskan bahwa itu hanyalah kata pembelaan, "Kami perhatikan penjelasan dari kuwu Surandi itu hanyalah jurus bela diri untuk menutupi kesalahannya, karena sudah jelas jelas mereka kurang mementingkan warga miskin dan memanfaatkan kesempatan musibah untuk mencari keuntungan pribadi dan orang dekatnya" jelas Asep. 

Penulis: ATO. 
Keterangan photo: suasana kantor desa Palasah.

Posting Komentar

0 Komentar