Forum Kuwu se Kabupaten Majalengka Mengeluhkan Lambatnya Pencarian BLT APBD Dari Pemkab Majalengka


PSC Majalengka - Saat ini negara Indonesia bahkan Internasional tengah dilanda bencana yaitu merebaknya Virus Corona atau Covid-19. Dampak dari bencana ini mengakibatkan kehidupan serba sulit, ekonomi masyarakat lapisan bawah sangat merasakan akibat.

Menyikapi permasalahan ini pemerintah pusat sampai pemerintah desa menginstruksikan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama sama melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap Virus Corona dengan cara melakukan pola hidup sehat menstop penyebaran dengan cara waspada dan memeriksa kesehatan kondisi kesehatan warga yang akan masuk atau keluar daerahnya . 

Juga disisi lain dengan adanya kejadian bencana ini, untuk mengatasi kondisi ekonomi yang serba sulit pemerintah telah menganggarkan dana bantuan bagi masyarakat yang terdampak virus Covid-19 lewat beberapa lubang atau nama bantuan diantaranya PKH, BPNT, BLT Dana Desa, BLT Kementerian /kemensos, BLT APBD, Sembako APBN juga Sembako APBD. 

Dikabupaten Majalengka jenis bantuan ini sudah pada cair kecuali satu jenis bantuan yang bernama BLT APBD. BLT APBD adalah juga bantuan tunai yang dialokasikan melalui dari Dinas Sosial Kabupaten Majalengka juga diperuntukkan bagi masyarakat terdampak vandemi corona yang belum Dapat BLT Dana Desa atau lainnya.Tentunya dengan keterlambatannya pencairan BLT APBD ini dikeluhkan oleh Porum Kuwu se Kabupaten Majalengka, pasalnya para kuwu beserta perangkat desa sampai pengurus RT/RW.

"Kami selaku porum kuwu se Kabupaten Majalengka mempertanyakan, sejauh mana pihak pemkab Majalengka mengurus penyaluran BLT APBD, kenapa bisa sampai telat sampai sekarang hari senin 15 juni 2020 BLT APBD belum juga diterima masyarakat kami? Kami sudah kerepotan dengan pertanyaan pertanyaan dari masyarakat yang sudah dicantumkan dalam daftar penerima sampai timbul kecurigaan pada pihak desa seakan akan kamilah yang mempersulit. Maka jangan salahkan apabila sebagian dari para kuwu ada yang sepakat tidak akan dulu menyalurkan BLT DD bulan ke 2 sebelum dicairkannya BLT APBD, atau bisa saja kami menyalurkan BLT DD bulan ke 2 dengan cara dibagi dua oleh penerima BLT DD dan calon penerima BLT APBD" jelas porum kuwu.

"Tolong jangan banyak berjanji apabila tidak ada bukti. Tolong jangan banyak cakap manis di Televisi kalau akhirnya rakyat tersakiti. Lebih baik sedikit bicara tapi banyak kerja nyata daripada terus berbicara nggak ada bukti apa-apanya. Ingat data rakyat bukan alat komuditi politik dan ingat pula kesusahan warga jangan jadi alat pencitraan diri. biarkan warga kami yang sudah nyaman, jangan diusik dengan janji-janji. Biarkan warga kami yang sudah terbiasa hidup dengan berbagai ujian jangan ditambah lagi dengan iming-iming yang tak pasti. Janganlah kekecewaan warga kami ditambah lagi dengan berbagai kebijakan yang tak berarti. Warga kami tidak banyak menuntut asalkan saja para pemimpin jangan banyak menebar janji" tambah Porum Kuwu. 

Penulis; Ato-Aceng. 
Keterangan photo; Pendopo kabupaten Majalengka.

Posting Komentar

0 Komentar