Dear Warga Kuningan, Siap-siap Bansos Pemkab Turun Lagi

Kadinsos Kab Kuningan, Drs. Dudy Budiana MSi
PSC. Kuningan - Bantuan tahap dua, paket sembako jaring pengaman sosial (JPS) Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan bagi warga terdampak covid-19 segera digulirkan. Hal ini diucapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Drs Dudy Budiana MSi, di ruang kerjanya, Rabu (3/6).

Menurut Kadinsos, tahap 2 bantuan paket sembako melanjutkan bantuan sebelumnya. "Tahap pertama bantuan yang sudah kita distribusikan sebanyak 20000 paket. Sedangkan, yang 5000 paket melalui dinas pertanian dan bagian ekonomi setda," jelasnya.

"Selanjutnya, untuk yang tahap 2 dan tahap 3, data serta distribusi bantuan, semua melalui kita (dinas sosial)," imbuhnya 

Dikatakan Dudy, paket sembako yang bakal di distribusikan kepada keluarga penerima manfaat untuk dua tahap itu (tahap 2 dan 3), berjumlah 50000 paket. "Segera kita distribusikan yang 25000 paket tahap dua," terangnya.

Validitas data penerima bantuan, dikatakan Dia, sesuai BNBA. "Ada perbaikan ya, menghindari penerima ganda dan untuk tepat sasaran," ujarnya.

Sedangkan perusahaan penyedia, lanjut Ia, oleh 3 perusahaan yang telah memenuhi kriteria dan kualifikasi. "Kita belanja langsung, sesuai aturan. Dalam keadaan darurat diperbolehkan melakukan pesanan langsung," tuturnya.

Kendati diperbolehkan melakukan pesanan langsung, lanjut Dudy, perusahaan penyedia telah melalui seleksi. Yakni perusahaan yang memiliki kualifikasi, sanggup menyediakan barang dengan cepat, mampu menyediakan barang dengan kualitas yang baik, memiliki gudang dan memiliki spesifikasi usaha di bidang sembako. "Selain itu, perusahaan harus sanggup mengemas barang dan mendistribusikannya," beber Dudy.

Terkait informasi isi paket yang dihitung per item tidak mencapai nominal 200.000, diamini-nya. "Jika kalkulasinya per item barang mungkin benar. Namun, harusnya menghitung secara utuh. Karena selain isi paket, ada beberapa komponen lain yang dibiayai," ulasnya.

"Komponen tersebut diantaranya, pajak, kemasan paket, ongkos distribusi dari penyedia ke desa, tenaga kerja packing dan keuntungan penyedia," jelasnya. (Baim)

Posting Komentar

0 Komentar