Charlie ” General WPC “ Mr. Lee Dan Tatang Sudah Berdamai Apakah Bisa Menjamin Pelaku Jera?

Charli dan rekan media berada dikantor Polsek Ligung

PSC. Majalengka - Menindak lanjuti pemberitaan edisi sebelumnya terkait  "TKA PT SING WEALTH TEXTILE Ligung Majalengka Berulah" Diduga Pukul Karyawan Hingga Memecat Tanpa Kesalahan Jelas.

Rupanya permasalahan ini telah diberitakan oleh beberapa media online dan bikin heboh jagat dunia maya karena efek dari berita penganiayaan tersebut banyak menuai kecaman dan menyulut emosi para netizen medsos.

Lantas beberapa media online lanjut mengabarkan bahwa imbas dari viralnya berita penganiayaan pihak kepolisian bergerak cepat mendatangi rumah korban.
Isi berita menyebutkan bahwa “Tatang Selaku Korban penganiayaan yang di duga kuat dilakukan oleh Mr. Lee alias Leo selaku General Manager Tekstile PT. Sing Wealth, membuat surat peryataan tidak akan menuntut Peristiwa Penganiayaan tersebut disaksikan oleh Kepala Umum Desa Bondan Sdr. Sobirin dan Raksa Bumi Desa Bondan Sdr. Carsa, Surat Pernyataan tersebut ditandatangani diatas Materai oleh Korban dan saksi.

Peristiwa ini sontak mendapatkan respon dari Charlie selaku “General office Wolrd Peace comitte” atau lebih dikenal dengan nama Gong perdamaian dunia 202 negara, bersama dengan beberapa Media cetak dan online mendatangi kantor polsek Ligung pada senin, (29/06/2020) untuk melakukan Audiensi terkait kasus dugaan pemukulan terhadap Karyawan yang di lakukan Mr lee, General manager PT singwealth textile. Dalam Pertemuan tersebut, Charlie di temui oleh IPDA Basuki wakapolsek Ligung sehubungan kapolsek Ligung IPTU umang sumarsa, SH sedang ada kegiatan di luar.


Charlie mempertanyakan kenapa perdamaian antara tatang (23) korban dan juga pihak perusahaan PT singwealth textile terjadi tanpa ada pihak perusahaan, dan juga meminta pihak polsek menjadi fasilitator agar tuan lee mau memberikan klarifikasi di hadapan publlik.

” Sebagai bentuk wakil dari masyarakat, apakah menjamin, dengan tindakan seperti itu, tindakan kekerasan terhadap karyawannya sendiri, tidak akan di lakukan lagi, kemudian yang kedua mohon kami di pertemukan pak dengan tuan lee, jadi di duga perbuatan ini bukan sekali dua kali ” Tegas Charlie

Charlie juga mempertanyakan kapasitas penegak hukum mendatangi korban tanpa melibatkan perusahaan lalu tiba tiba saja terbit sebuah berita adanya perdamaian.

Saya sangat mengkhawatirkan kelakuan Tempramental Mr Lee tersebut akan terulang lagi dan menimpa kepada karyawan lainnya karena menurut inpomasi yang diterima bahwa dia kerap melakukan kekerasan, jangan sampai martabat kita pribumi sampai diinjak injak sama pendatang apalagi  warga asing" tegas Charli. 

Penulis; Ato.

Posting Komentar

0 Komentar