Viral Kades Toto Dian Hardianto, SP Larang Wartawan Masuk Kewilayah Desa Bayureja



PSC Majalengka - Berdasarkan Viralnya di salah satu pemberitaan media online POLICEWATCH. Bahwa Kepala Desa Bayureja Kecamatan sindang Kab. Majalengka Toto Dian Hardianto, SP. di duga memanfaatkan momen wabah Covid- 19 untuk menghindari wartawan,  Hal ini tercermin pada spanduk larangan masuk ke wilayah Desa Bayureja dalam spanduk tersebut ada beberapa tulisan yang di tujukan kepada beberapa profesi yang di larang masuk, terbentang spanduk cukup besar bertuliskan " perhatian! Rentenir, bank keliling, bank emok, media( Wartawan), sales dan pengamen untuk sementara  di larang masuk ke wilayah desa bayu reja kecamatan sindang kabupaten majalengka.

Apakah Profesi Wartawan di anggap profesi yang menjadi pengganggu ketentraman oleh Toto  Dian Hardianto, SP Sehingga di duga menyamakan  profesi  Wartawan dengan sales, pengamen, rentenir. Bank emok dan bank keliling.

Hal ini melanggar UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK ada  apa sebenarnya yang terjadi dalam pemerintahan Desa tersebut  hingga Kadesnya membuat spanduk seperti itu, 

Untuk melengkapi informasi awak media mengirimkan konfirmasi kepada kepala Desa Bayureja kecamatan sindang, Toto Dian Hardianto, SP melalui whatsapp dengan nomor 08572432xxxx. Namun sampai berita ini dimunculkan belum ada keterangan resmi dari pihak Desa Bayureja. 

Sudah sepatut nya wartawan memantau pelaksanaan penyerapan amggaran dana desa yang di intruksikan presiden dan kementrian untuk penanggulangan wabah covid-19. Terutama soal penyaluran BLT (bantuan langsung Tunai) yang di anggarkan dari dana desa.

Patut di pertanyakan aturan yang di buat kepala desa pemerintahan Bayureja dengan membuat larangan bagi wartawan untuk masuk ke wilayah nya karena wartawan dalam bertugas di lindungi UU pers no 40 tahun 1999, dan tentu ada sanksi tegas bagi mereka yang coba coba menghalangi tugas jurnalistik.

Penulis; Ato.

Posting Komentar

0 Komentar