Pihak Dinas PUTR Majalengka Terkesan Membela CV Alika Persada yang Diduga Bermasalah

PSC. Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya dengan judul "Baru Dipasang Sehari Sudah Ambruk CV ALIKA PERSADA Membangun Saluran Sindanghaji Dituding Asal Jadi" http://www.pewartasemesta.com/2020/04/baru-dipasang-sehari-sudah-ambruk-cv.html


Awak Media mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang yang diketahui sebagai pihak yang mempunyai kebijakan dalam mengurus pekerjaan proyek saluran air tersebut dengan maksud untuk meminta tanggapan dan sikap apa yang akan dilakukan oleh pihak yang berwenang. 

Namum rupanya apa yang dilakukan oleh pihak dinas PUTR bukannya kasih peringatan atau sangsi kepada pihak CV ALIKA PERSADA ini malahan terkesan melindungi.  

Dengan enteng bapak Ruchyana, S.T., M.Si. selaku sekretaris dinas PUTR menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut sudah beres dan tidak ada permasalahan,
"Saya sudah konfirmasi kepada petugas lapangan dan dia sudah cek lokasi pekerjaan proyek bahwa pekerjaan sudah beres rapih walaupun memang dulunya sempat ada yang rusak tapi sudah dibetulkan kembali, maka saya anggap pekerjaan tersebut sudah beres dan tidak ada permasalahan yang harus disikapi" kilah H Ruchyana. 

Pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi Sindanghaji, yang berada di desa Sindanghaji, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Ini dikerjakan oleh CV ALIKA PERSADA yang beralamat Blok Pahing  Rt/009.   Rw/003. Desa Beber, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka atas kebijakan pemerintah kabupaten majalengka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dibidang sumber daya air. No spk: 610/PL.89/02/SPK/PPK-BID.SDA/DPUTR/2020 dengan anggaran Rp 197.123.000.


Namun rupanya menurut keterangan dari beberapa narasumber mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya diduga kuat pekerjaan proyek saluran irigasi ini asal - asalan, dan diduga mengakibatkan kerugian Negara karena walaupun sekarang sudah terlihat bagus dan rapi, namun ternyata dulunya sewaktu membangun baru saja sehari esoknya pasangan TPT saluran irigasi Sindanghaji ini sudah ambruk.

"Adonan adukan semen cuma sedikit dan pasir terlihat lebih banyak melebihi rumus kewajaran juga jenis pasir diduga menggunakan pasir tidak layak yaitu pasir gali yang banyak mengandung unsur tanah dan harganya pun lebih murah. Faktanya baru saja dipasang satu hari besoknya tanggal 26 maret 2020 pasangan TPT saluran irigasi sudah runtuh, ini membuktikan bahwa campuran semen cuma sedikit juga kualitas pasir yang jelek. Terlihat pasangan batu paling bawah tidak memakai pasangan adukan terlebih dahulu (cuma batu yang ditap) dan poundasi pasangan terlihat cuma digali sekitar 10 centi meter, maka pantas saja saluran irigasi ini cepat rusak" jelas narasumber. 

Penulis: Ato. 
Keterangan photo: dokumentasi photo sewaktu ambruk tanggal 26 maret 2020.
Kantor Dinas PUTR Majalengka.

Posting Komentar

0 Komentar