Pihak SMK PUI Majalengka Dituding Menahan Puluhan Ijazah



PSC. Majalengka - Setiap lulus sekolah, Ijazah pastinya yang diharapkan dimiliki oleh para murid. 
Selain dari tanda bukti ijazah pula yang menjadi modal utama untuk masuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi ataupun untuk melamar pekerjaan ke perusahaan. 

Namun dalam moment seperti ini kerap memunculkan permasalahan klasik dimana banyak ditemukan kasus diskriminasi dan pelanggaran seperti penahanan ijazah kelulusan oleh pihak sekolah bagi para siswa yang nota bene memiliki tunggakkan biaya administrasi yang belum diselesaikan pada sekolah bersangkutan, dan kebijakan adanya penahanan ijazah ini sudah bukan menjadi rahasia lagi. 

Tidak dapat dipungkiri, kemiskinan menjadi pemicu utama meningkatnya fenomena penahanan ijazah seperti contoh terjadi di SMK PUI Majalengka diduga kuat sekolah ini menyimpan dan menahan puluhan ijazah hanya karena alasan siswanya belum melunasi tunggakan hutang. 

"Kami mengetahui bahwa pihak SMK PUI Majalengka diduga menahan beberapa Ijazah Siswa - Siswi yang telah lulus. Setau kami ijazah yang sekarang masih ditahan sekitar ada puluhan ijazah dan alasan pihak SMK PUI Majalengka menahan ijazah rata rata karena siswa-siswi masih mempunyai tunggakan hutang kepihak sekolah dengan besaran jumlah utang yang beragam. Pastinya siswa-siswi masih mempunyai tunggakan Hutang mereka belum mampu membayar karena tergolong kaum ekonomi lemah. Namun kami merasa kasihan karena dengan ditahannya ijazah mereka, mereka tidak bebas melamar pekerjaan ke perusahaan karena untuk melamar pekerjaan pihak perusahaan biasanya tidak akan menerima kalau cuma photo chopy Ijazah dan harus disertai Ijazah Asli" jelas beberapa narasumber. 

Menyikapi permasalahan ini awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala SMK PUI Majalengka bapak Iip Miftah Fauzy, S.Ag. dan dijawab melalui bapak Mardin yang bertugas sebagai TU dengan menggunakan telpon dengan nomor 0812 2210 xxxx.

"Kami tidak pernah merasa menahan ijazah cuman nunggu anak pulang kerja setelah mendapatkan izin dari perusahaan karena ada sebagian yang belum disidik jarinya dan kalaupun ada tunggakan hutang ya tinggal melunasinya dan kami siap langsung kasihkan ijazahnya saat itu pula. Kami anggap semua anak tidak ada permasalahan, cuman waktu mereka kesekolah belum sempat karena sibuk kerja atau alasan lain" kilah Mardin. 

"Kami kasih photo copy dan surat keterangan keperluan lainnya untuk lamar pekerjaan dan setelah mereka bekerja ada rejeki, anak anak biasanya datang silaturahim kesekolah dan sekalian ambil ijazahnya dan mereka justru berterima kasih pada kami yang sudah ada kebijakan mereka sampai dapat pekerjaan dan Alhamdulillah enggak ada permasalahan, selama ini antara pihak sekolah dan siswa yg sudah lulus sekolah. Mereka juga sadar karena kami bisa melayani mereka dan menunjang karir masa depan mereka" tambahnya.



Penulis: Ato - Aceng. 
Keterangan photo: Gedung sekolah SMK PUI Majalengka.

Posting Komentar

0 Komentar