Padahal Sudah Meninggal, Masih Menerima Bantuan Covid-19







PSC.Kuningan - Masih ditemukanya persoalan penerima manfaat bantuan Provinsi Jawa Barat bagi warga terdampak  pandemi corona virus di Kabupaten Kuningan dibenarkan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Hj. Engking Sarki, S.Sos, Selasa (28/4) di ruang kerjanya.


Engking, mengamini apabila data penerima bantuan terdapat warga yang sudah meninggal maupun dianggap tidak layak untuk menerima bantuan. Menurutnya, akar masalah ini karena data penerima bantuan diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) PUSDATIN Kemensos RI, bukan ajuan dari daerah.

"DTKS PUSDATIN Kemensos hasil input dari setiap operator pemerintah desa. Yang seharusnya di update operator desa setiap minimal 3 bulan sekali," ucapnya.

Jadi, lanjut Engking, ketika pemerintah desa tidak mengupdate, data lama masih tercatat di DTKS. Sehingga warga yang sudah meninggal maupun yang tidak layak menerima, muncul sebagai penerima bantuan.

"Kita sudah melakukan verifikasi faktual (verfal), menyortir rumah tangga yang sudah mendapatkan bantuan melalui program PKH, BPNT, maupun bantuan sembako. Lalu, hasil verfal dikirim ke provinsi, karena mereka yang tentukan, mungkin saja keluar penerima bantuan yang sudah meninggal," imbuhnya.


"Jujur saja,  kita juga sedikit kecewa dengan kuota yang diterima Kabupaten Kuningan. Awalnya bakal menerima sebanyak 44.550 keluarga penerima manfaat. Namun, yang turun hanya 15.695," keluhnya. 

Terkait perubahan penerima bantuan yang sudah meninggal atau yang  tidak layak. Dikatakannya, sulit untuk dilakukan perubahan lagi. "Sudah fix ya, sekarang kan sudah didistribusikan. Yang ngirim juga Pos dan ojol, langsung ke penerima manfaat," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, bantuan provinsi untuk warga Kabupaten Kuningan terdampak Pandemi COVID-19 tahap pertama bantuan, sudah didistribusikan kepada 10.743 Rumah Tangga Sasaran (RTS) hari Senin (27/4). Dari total kuota 15.695 RTS. 

Bentuk bantuan tersebut adalah paket senilai Rp 500 ribu yang terdiri dari sembako senilai Rp 350 ribu dan uang tunai Rp 150 ribu. Sembako yang terdapat dalam paket diantaranya, beras 10 kg, mie instan 16 bungkus, telur 2 kg, gula 1  kg, terigu 1 kg, minyak goreng 2 liter, 4 makanan kaleng,  dan vitamin C 2 botol. (Baim)


Posting Komentar

0 Komentar