Pemerintah Desa Randegan Wetan Disinyalir Makan Anggaran Berm

PSC. Majalengka - Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya mengenai "Pembangunan Desa Randegan Wetan Disoal Warga". Ternyata kini semakin terbuka permasalahan di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka ialah pengadaan bahan baku untuk pemadatan pinggir jalan rabat beton atau yang lebih akrab disebut berem, ini diduga kuat tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB)


Menurut penelusuran yang di lakukan oleh awak media dari keterangan beberapa warga menjelaskan, "Kami warga masyarakat merasa kecewa dan merasa dibodohi oleh pemerintahan desa Randegan Wetan yang baru saja dipimpin oleh bapak Ahmad Umbara dalam melaksanakan kebijakan dari Pemerintah saat pelaksanaan pembangunan ditahun 2019 dari Dana Desa tahap 3 yaitu dalam Pembangunan Jalan Rabat Beton yang berada di Dusun Bojong Badak dengan memakan anggaran hingga Rp 220.027.500.00 (dua ratus dua puluh juta dua puluh tujuh ribu lima ratus rupiah). Kami perhatikan kegiatan tersebut tidak sesuai dengan RAB karena dalam pinggir jalan rabat beton atau yang disebut BERM, yang tertera didalam RAB seharusnya diurug dan dipadatkan menggunakan bahan material dari campuran Pasir Batu (Sirtu Cimalaka) ini malahan menggunakan bahan material dari Tanah Gali" jelas warga. 

"Tentu saja halini tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan RAB yang sudah ditentukan, bahan baku lebih jelek kalau kena air hujan bukannya padat karena sifat tanah yang mudah menyerap air, membuat lapisannya menjadi lembek sehingga licin dan sulit dilalui kendaraan. Berm tanah menjadi lumpur yang bisa membuat ban kendaraan terperosok dan tergelincir. Lagi pula harga bahan baku tanah gali akan lebih murah dibandingkan dengan Sirtu Cimalaka" jelas warga menambahkan. 


Ahmad Umbara kepala Desa Randegan Wetan menjelaskan kepada awak media bahwasanya itu semuanya tidaklah benar dan hanyalah fitnah belaka "Pihak Desa Randegan Wetan sudah menjalankan pembangunan Rabat Beton yang berada di Dusun Bojong Badak, sudah sesuai aturan dan RAB jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Informasi seperti ini hanyalah kabar hoax dari masyarakat yang membenci pada saya, apalagi sekarang baru saja dilaksanakan pemilihan kepala desa maka pantas kalau lawan politik banyak yang merasa marah dan mungkin dendam. Maka sebaiknya hal seperti ini tidak perlu dipermasalahkan" jelas Ahmad Umbara bela diri. 


Penulis; ATO 
Keterangan photo; Lokasi proyek

Posting Komentar

0 Komentar