Data Kemiskinan di Majalengka Dinilai Carut Marut LSM GMBI Gelar Audiensi Dikantor BPS


PSC Majalengka - LSM GMBI Distrik Majalengka menyambangi Kantor Badan Pusat statistik Kabupaten majalengka Selasa 18/02/2020, untuk melakukan Audensi dengan Pihak BPS terkait carut marutnya data Kemiskinan di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan Pantaun LSM GMBI Distrik Majalengka banyak Warga Miskin yang semestinya mendapatkan bantuan dari Program Pemerintah malah tidak mendapatkan, dan banyak temuan penerima manfaat yang sepertinya sangat tidak layak justru mendapatkan bantuan.


Hal ini merupakan sebuah keterpanggilan nurani bagi LSM GMBI Distrik Majalengka yang memiliki Visi mengangkat harkat martabat Masyarakat bawah yang termarginalkan bahkan aspirasinya cenderung diabaikan. Audiensi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Distrik LSM GMBI Yayat Supriatna yang didampingi oleh Kordiv Humas Tarkim Budiarto, Kordiv Nonlitigasi Aep Mustopa Kordiv, Industri Nanang Sadewa, Ketua Tim 7 Investigator Adi Sunarya dan Kepengursan KSM ditiap-tiap kecamatan sebagai perwakilan.

“Kami datang ke BPS untuk mempertanyakan beberapa hal, tentang data kemiskinan yang menurut hemat kami sangatlah carut-marut” jelas Yayat Supriatna

“hasil temuan kami dilapangan, banyak warga yang semestinya mendapatkan bantuan Program dalam pengentasan kemiskinan, tapi justru tidak mendapatkan, akan tetapi banyak warga yang mapu (Tidak Layak.Red) Justru menjadi penerima manfa’at” Tuturnya lagi.


“Jika hal ini dibiarkan tanpa ada perbaikan, tujuan dari program untuk bisa menekan angka kemiskinan hanyalah isapan jempol belaka, kami berharap akan adanya perbaikan data, apa lagi jika data yang dipergunakan adalah data ditahun 2015 ini sudah sangat basi, dan diharapkan BPS melakukan perbaikan data, dan BPS untuk bisa lebih objektif lagi dalam penentuan Warga miskin, jangan sampai ada intervensi dari pihak manapun” Kata Yayat.

Ditambahkan Tarkim Budiarto selaku Humas GMBI Distrik Majalengka. 
"Kedatangan kami ini adalah bukti kekecewaan, atas temuan kami dikalangan masyarakat bawah dan jelas jelas ini ada bukti bahwa carut marutnya kinerja pihak BPS Majalengka karena kondisi masyarakat miskin yang layak mendapatkan bantuan tapi faktanya tidak dan ada masyarakat yang mampu namun dapat bantuan dari pemerintah. 
Kami tidak akan kasih kesempatan para oknum dari mulai tingkat bawah sampai atas melenggang seenak udelnya dalam mengambil kebijakan karena Korupsi Kolusi dan Nepotisme harus diberantas" tambah Akim.

Penulis; Aceng - Leo.

Posting Komentar

0 Komentar