Diduga Adanya Pungli di SMPN 1 Babakan Cirebon


PSC. Cirebon – Berdasarkan informasi dilapangan adanya dugaan pungutan di Sekolah SMPN 1 Babakan Kab. Cirebon untuk biaya perpishan kelas sembilan Rp. 350 ribu periswa, guna biaya pembelian Paping Blok Rp. 150 ribu dan untuk kelas Delapan dibebankan biaya Rp. 400 ribu untuk pembelian Komputer

Ketika informasi tersebut dikonfirmasikan kepada Mochammad Taufan Agus Santoso S.Pd selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Babakan yang didampingi Ibu Endang selaku Humas juga secara kebetulan diruangan tersebut ada Hasan selaku aggota Komite, Moc Taufan membenarkan adanya pembebanan uang dari siswa namun itu hasil Musyawarah antara Wali murid dan komite sekolah bahkan ketika rapat waktu itu dihadiri Nusron selaku Kabid SMP dari Dinas Pendidikan Kab. Cirebon Juga dihadiri anggota Koramil agota Polisi yang anak-anak pada sekolah disini

‘’kebetulan tadi juga ada salah anggota Polisi bagian unit Tipikor Polres Cirebon dan mengenai angaran  yang di serap dari siswa itukan namanya sumbangan juga tidak ada keluhan dari wali murid adapun yang Rp. 350 ribu itu benar untuk perpisahan Kelas Sembilan, karena acara perpisahan SMPN 1 Babakan akan diadakan di hotel seperti tahun lalu diadakan di Hotel Jamrud Kota Cirebon namun sekarang belum ditentukan hotel mana yang akan di pilih untuk acara perpisan tersebut,’’ ujar Moc Taufan pada media ini Sabtu 7 .Desember 2019


Endang selaku humas menambahkan, dari jumlah siswa 348 orang yang dikenakan biyaya perpisahan Rp 350 riu ada juga yang dibebaskan tidak diminta biaya sebayak 86 siswa dikarenakan anak yatim dan 7 siswa anak-anak dari karyawan SMPN 1 Babakan serta 3 siswa anak-anak dari Ormas atau LSM, tapi mengenai pembebanan biyaya untuk pembelian pengadaan Kompeter itu haya kelas Delapan saja.

‘’adapun acara perpisaan untuk kelas Sembilan acaranya belum kami tetukan mau di hotel mana tapi dari pihak hotel sudah ada yg datang bukan hanya pihak hotel jamrud tapi hotel lain juga sudah pada ngajukan pada pihak sekolah namun yang dicari oleh pihak sekolah hotel yang akan dipilih untuk acara perpisaah tersebut harus memenuhi katagori yang mana pihak hotel harus bisa menyediakan Bus antar jemput siswa dari sekolah ke hotel,’’ tandanya pada awak media.

Marlin salah satu aktifis hukum yang ada di Kab. Cirebon berkomentar mengingatkan kepada Kepala Sekolah juga Komite Sekolah SMPN 1 Babakan bahwa ada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 mengenai perbedaan sumbangan dan pungutan. Sumbangan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang/ jasa/ oleh peserta didik, orang tua/walinya, baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan. Kemudian Pungutan Pendidikan adalah penarikan uang oleh Sekolah kepada peserta didik, orang tua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutan

Marlin Mengapresiasi tidakan Kepala Sekolah dan Komite sekolah juga Wali murid dalam melakukan Musyawarah, namun perlu lebih berhati-hati dalam mengabil keputusan bersama jangan sampai keputusan itu bertentangan dengan peraturan Permendikbud apa lagi melawan Undang-undang, karena dalam Hukum Yurisprudensi bahwa ketika ada peraturan hukum yang sudah ditetapkan tidak bisa dikalahkan oleh keputusan hanya sebatas Musyawarah dinilai di SMPN 1 Babakan sudah menjurus ke arah pungli

‘’Seharusnya sebelum SMPN 1 Babakan melakukan pembebanan biaya ke murid terlebih dahulu Koordinasi meminta petunjuk dengan pihak Tipikor, Saber Pungli dan Kejaksaan agar disahkan oleh pihak institusi hukum mengenai apa yang dilakukan SMPN 1 Babakan biar tidak berbenturan dengan aturan, dan atau seharusnya hasil dari Musyawarah antara pihak sekolah, Komite dan Wali Murid mengenai pembebanan pembiayaan kepada murid itu di Notulenkan atau dibuat berita acara yang diketahui dan disahkan oleh pihak hukum, biar nantinya tidak dikatagorikan pungli,’’ tegas Marlin (TIM)

Posting Komentar

0 Komentar