Dinilai Tidak Tepat Sasaran, LMPI Cirebon Audensi dengan Dinsos - Pewarta Semesta

Breaking

Sabtu, 31 Agustus 2019

Dinilai Tidak Tepat Sasaran, LMPI Cirebon Audensi dengan Dinsos

PSC. CIREBON,  - kepedulian Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Cirebon Jabar terhadap keluhan masyarakat Cirebon tentang bantuan program PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dinilai masih banyak ketidak tepat sasaran kepada  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) miskin, ditambah adanya keluhan masyrakat tentang menerima pangan berupa beras yang dirasakan masyarkat kurang layak untuk dikonsumi. 

Akhirnya pihak LMPI melakukan audensi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat dan menjalin kerjasama mencari solusi terbaik demi kepentingan hak-hak masyarkat miskin yang selama ini masih saja ada  oknum-oknum yang berniat buruk kepada mereka. disamping itu, KH imam Annas LC selaku ketua LMPI kabupaten Cirebon ingin menyingkirkan pandangan masyarakat mengenai suatu lembaga ormas itu urak-urakan, dengan kepemimpinannya di LMPI Insya allah akan berubah pandangan masyarakat itu.terangnya.


Audensi yang digelar di gedung pertemuan kantor Dinas Sosial pada jumat (30 08) yang dihadiri oleh Ketua LMPI Imam Annas, Dedy,  hendra selaku Korwil,  Dede selaku Humas LMPI dan beberapa anggota LMPI. hadir pula diacara itu PLT Kadis Dinsos  Dr. H. Iis Krisnandar, Sekdis Dinsos M.Taufik achasan SH.MM dan Kasi-Kasi, Pelaksana umum, Kasubag umum serta beberapa stafnya. 

Dalam pertemuan itu, Dede selaku Humas LMPI juga selaku Korwil Jabar Media rakyatjelata.com, Dedy, hendra Korwil LMPI, langsung melontarkan terkait bantuan PKH dan BPNT yang masih banyak tidak tepat sasaran, masih banyak masyarakat misikin tidak mendapatkan bantuan, ada pula bantuan  BPNT ditiga Desa wilayah Kecamatan Beber dibagikan secara merata, miskin kaya diratakan,  hal ini jelas pelanggaran karena tidak sesuai dengan aturan yang ada, ditambah bantuan BPNT berupa berasnya kadang KPM menerima kurang layak untuk dikonsumsi, kadang juga kurang dari kiloannya, hal ini patut diduga ada kecurangan dari pihak oknum Ewaroeng atau pihak oknum pengesub beras tersebut, dan bisa jadi  ada permainan antara oknum TKSK.

Jelasnya, karena TKSK pungsinya adalah mengawasi setiap bantuan itu turun, kalau sampai tidak mengetahui berarti mereka tidak bekerja dengan baik, maka pihaknya menekan agar pihak Dinsos melakukan tindakan tegas bagi oknum yang sengaja berbuat curang kepada rakyat miskin, pintanya.  


Hal itu langsung direspon oleh PLT Kadis Dinsos, Dr. H. Iis Krisnandar, dan Sekdis  M.Taufik achasan SH.MM, pihaknya sangat berterimakasi kepada ormas LMPI yang telah peduli kepada kepentingan masyarakat cirebon,  dan mau bersinergi dengan Dinas Sosial, mari kita kerja sama demi terciptanya program PKH, BPNT dan program lainnya agar menjadi sempurna,  walaupun tidak akan sempurna, setidaknya bisa lebih baik lagi. 

Mengenai adanya oknum-oknum yang nakal,  pihak dari Dinsos Kabupaten Cirebon  tidak akan segan bila mana terbukti berbuat salah akan di pecat dan diganti dengan personil yang baru, bila ada pelanggaran hukum silahkan laporkan dan di proses secara hukum yang berlaku. Terakit pelanggaran ditiga desa diwilayah Kecamatan Beber yang bantuan BPNT dibagikan secara merata, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan klarifikasi dan memanggil yang bersangkutan. 

Tambah PLT Kadis dan Sekdis,  diakui bahwa bantuan PKH dan BPNT memang masih banyak yang tidak tepat sasaran, namun pihaknya kini sedang melakukan pembenahan, diantaranya kini disetiap desa ada tim Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS)  yang tugasnya mendata mana yang layak mendapat bantuan, atau masyarakat yang benar-benar tidak mampuh atau layak untuk mendapatkan bantuan bisa langsung mendatangi tim Poskesos tersebut, imbuhnya. 

Saat ini pihak Dinsos sedang melakukan terobosan,  banyaknya keluhan mengenai beras yang kurang enak dikonsumsi maka pihaknya bekerja sama dengan Bulog, hari ini tahap pertama di Desa Sidawangi Kecamatan Sumber,  beras dari Progam BPNT untuk KPM biasanya hanya kisaran 9 kilo,  sekarang KPM bisa menerima 10 kilo per KPM. 

diakhir perbincangannya,  pihak Dinsos Kabupaten Cirebon,  sekali lagi berterima kasih atas kehadiran LMPI yang mau bersinergi dengan kami, jangan ragu, pihak dari Dinsos akan terbuka menerima masukan ataupun laporan dari pihak LMPI,  dan kami akan menindak lanjuti masukan dan laporan dari rekan Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI Kabupaten Cirebon, karena Kami sependapat bahwa  setiap bantuan harus  disalurkan dengan benar jangan sampai disalah gunakan untuk mendapatkan sebuah keuntungan. (Tim Cirebon/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

loading...