Dinilai Pengelolaan Anggaran Bos Belum Transparan, Ormas LMPI Audensi ke Disdik Kabupaten Cirebon - Pewarta Semesta

BREAKING NEWS

Post Top Ad

Saturday, August 3, 2019

Dinilai Pengelolaan Anggaran Bos Belum Transparan, Ormas LMPI Audensi ke Disdik Kabupaten Cirebon


PSC CIREBON – Menyikapi berbagai permasalahan lingkungan dunia Pendidikan khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon Jawa Barat,  salah satu permasalahan yang paling disorot ORMAS Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Cirebon adalah tentang ketransparanan penggunaan dana BOS pihak sekolah ditambah masih banyaknya ragam pungutan dan penjualan buku LKS di lingkungan sekolah.

Adanya prihal tersebut Ormas LMPI Kab Cirebon yang langsung dipimpin oleh KH Imam Annas LC selaku Ketua Marcab Kab. Cirebon yang didampingi Bagian Korwil juga beberapa jajaran anggota lainnya melakukan Audiensi di Dinas Pendidikan Kab. Cirebon hari Jum’at siang bertempat di SMPN 1 Sumber (2/8/2019)


Dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon walaupun Kepala Dinas Pendidikan Kab. Cirebon tidak hadir, namun diwakili oleh Sekdisnya yaiti Ir. Pahim, Kasubbag Umum dan Kepegawaian H. Mustofa, Kepala Bidang Pendidikan Dasar H. Amin, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Drs Didin Jenudin.MM, Korwil Pendidikan Kecamatan Sumber H. Surya M.Pd dan Kepala Sekolah SMPN 1 Sumber H. Heri Purnama M.Pd

Dalam pertemuan itu Dede S salah satu anggota Ormas LMPI Kab. Cirebon yang juga berprofesi sebagai seorang Jurnalis menjelaskan, berawal dari keluhan Warga Masyarakat Cirebon tentang ketidak terbukaannya pihak sekolah dalam penggunaan dana BOS akhirnya ORMAS LMPI melakukan investigasi kelapangan hasil pantauan dilapangan hampir 90% pihak sekolah tidak memasang papan pengumuman rekapitulasi penggunaan dana BOS Formulir K7A yang harusnya itu wajib dipasang di area sekolah yang mudah terlihat oleh publik dalam bentuk ketransparanan agar publik bisa pengawasi penggunaan dana BOS di masing-masing sekolah, sebagaimana yang telah diatur dalam undang – undang keterbukaan publik No. 14 tahun 2008. Jelas Dede




Anggota Ormas LMPI lainnya Dedy dan Kholik menambahkan, “bukan ketansaparanan penggunaan BOS saja namun ketransparanan tentang sekolah mendapatkan proyek – proyek sekolah juga pihak sekolah masih ada saja yang tidak transparan, ada temuan salah satu sekolah diduga mark-up jumlah siswa. Penjualan buku LKS dan pungutan yang tak jelas peruntukannya pun banyak ditemui, salah satunya di SMPN 1 Beber.” ungkapnya saat Audiensi berlangsung.

Hal itu diakui oleh ketua MKKS Kabupaten Cirebon Drs. Didin Jenudin MM, memang benar masih banyak sekolah yang tidak memasang papan informasi penggunaan dana BOS yang harusnya dipasang di lingkungan sekolah, penggunaan dana BOSpun  pasti ada kesalahan, tapi sedikitK Ketua MKKS berjanji akan mengevaluasi dan akan mengintruksikan kepada para pihak kepala sekolah  agar memasang secepatnya papan penggunaan dana BOS formulir K7A Tegasnya kepada ORMAS LMPI.

“Terkait adanya dugaan mark-up siswa, Kepala Bidang Pendidikan Dasar H. Amin menekankan, bahwa sekarang juga pihaknya akan melakukan tindakan melaporkan kepsek tersebut ke pihak hukum dan saat ini juga akan langsung dipecat secara tidak hormat,” tegas Amin dengan lantang, di hadapan peserta audiensi.


Atas janji tegasnya itu, Amin langsung mendapat apresiasi tepuk tangan meriah dari peserta pertemuan itu.

Amin menambahkan,  “Jika ada pihak sekolah kususnya SDN melanggar aturan ketentuan yang ada maka segera laporkan kepada saya.”
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Ir. Pahim ikut menegaskan,  dengan adanya masukan dari LMPI pihaknya sangat berterima kasih, hal ini akan mejadi evaluasi bagi DISDIK kabupaten Cirebon, secepatnya akan melakukan pembenahan,  apa yang telah dipinta oleh LMPI kami atas nama jajaran  DISDIK Kabupaten Cirebon akan segera menindak lanjuti dan melakukan tindakan tegas.

Saat awak media menanyakan tujuan Audiensi ini,  Ketua LMPI Kabupaten Cirebon KH.  Imam Anas  menjelaskan,  yang pertama pertemuan ini bertujuan menjalin silaturahim, kedua menjalin kerja sama yang baik antara LMPI dan DISDIK untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Cirebon, dengan cara bersatu dan  memantau serta menindak tegas setiap ada oknum-oknum pihak pendidikan yang kinerjanya menyakiti hati rakyat dan merugikan rakyat.

“Namun sangat disayangkan KADISDIK Kabupaten Cirebon tidak hadir dalam Audensi ini,” keluh pria yang pernah mengenyam pendidikan di Kairo ini. (Tim)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

loading...