Diancam Akan Menyebarkan Photo Bugil, Polisi Gadungan Mencoba Memeras TKW Asal Majalengka

PSC. MAJALENGKA - Sungguh malang nasib TKW Asal Majalengka dengan era globalisasi dan semakin canggihnya alat komunkasi di jaman now ini, ternyata masih ada saja orang yang tidak punya hati nurani, membodohi orang awam demi mengeruk keuntungan pribadinya dengan berbagai macam  Cara, tanpa memperdulikan benar salahnya dan Sebab akibatnya dari penyebaran informasi yang tidak benar (Hoax) Di Medsos, pada pribadi dan keluarga yang bersakutan.

Perempuan Berinisial (M) TKW asal Majalengka

Awak Media  mendapat info singkat melalui WA pribadi dari sesama rekan Media juga di group Lembaga DPD KPK TIPIKOR - Majalengka, bahwa hari ini Rabu 24/7/2019, Pagi Pukul 9.00 WIB. Diduga ada oknum yang mengaku sebagai aparat kepolisian berinisial (J),  Sedang bertransaksi dengan meminta nominal angka yang telah disepakati  pada TKW  berinisial ( M) asal Majalengka,  yang masih bekerja di Luar negri negara Tujuan "ABUDABI".

Menurut sumber informasi melalui Pesan singkat yang tidak mau dipublikasikan namanya, perkenalan antara TKW inisial (M)  dengan diduga oknum yang mengaku dari aparat kepolisian inisial (J ) berkenalan Di" Medsos fb " namun entah apa  yang ada dibenak kotor (J) setelah lama berkenalan memberikan info bahwa dirinya punya Photo-Photo bugil (M), dan berniat akan meyebar luaskanya Di Medsos.

(J) Yang Mengaku Polisi

TKW asal Majalengka inisial (M) tentunya kaget karna dirinya tidak merasa berpose atau berphoto bugil tersebut, namun etah apa yang ada dalan pikiran (M) sehingga terpengaruh polisi gadungan tersebut dan akan memberikan keinginan (J) dengan nominal uang, asal jangan menyebarkan gambar bugil yang sebenarnya dia tidak merasa.ujarnya.

Kebingung yang dirasakan TKW asal Majalengka (M) di waktu Jam transaksi mau transfer nominal uang yang di inginkan,  oleh oknum Polisi gadungan tersebut (M) teringat keluarga di kampung dan mencoba menghubungi by. pesan aplikasi WA. Jelas pihak keluarga yang mendengar itu sontak kaget Dan melarang (M) untuk memberikan atau memenuhi ke inginan (J).

Karma keluarga mempunyai prinsip Polisi  lahir dari masyarakat dan mengayomi rakyat, bukan untuk menakuti,  apalagi memaksakan sesuatu hal untuk di akui sedangkan hal tersebut tidak pernah di lakukanya. Apalagi akan menyebarkan gambar yang tidak senonoh untuk di konsumsi publik di medsos.

Diduga Akun Facebook milik (J)

Dengan dasar itulah keluarga melarang (M)  untuk memenuhi ke inginan oknum polisi gadungan tersebut. apalagi Sekarang masyarakat Sudan pintar, dari aplikasi Celullar apapun yang kita inginkan tinggal mengunduhnya.

Sampe berita ini di turunkan pihak kelurga belum melaporkan kepada pihak yang berwajib dan masih terus mendalami Dan menelusuri (J) itu siapa. (Ato/Leo)

Posting Komentar

0 Komentar