Breaking News

Penyerahan Elang dari warga ke BBKSDA JABAR

PSC. Majalengka - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat kembali menerima penyerahan seekor satwa dilindungi Undang-undang jenis Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dari seorang warga Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.


Sebelumnya elang tersebut ditemukan oleh warga sepulang kerja dari hutan, ditemukan dalam keadaan lemas kemungkinan terkena serangan ‘bisa’ atau racun ular yang menjadi mangsanya.

Oleh warga, elang tersebut dirawat untuk disembuhkan dari sakitnya. Setelah terlihat membaik dan bisa makan serta bergerak merespon mangsa akhirnya warga tersebut melalui perantara kelompok pecinta satwa yang ada di Majalengka yaitu Rumah Singgah Satwa(RSS) Bumi Kita Majalengka melaporkan temuannya melalui call center BBKSDA Jawa Barat.


Tim Gugus Tugas Evakuasi Penyelamatan Satwa Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya BBKSDA Jawa Barat dalam hal ini Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon melaksanakan proses evakuasi elang tersebut ke rumah warga yang melaporkan. Setiba di lokasi tim mengecek secara kasat mata kondisi elang tersebut, dengan hasilnya satwa secara fisik terlihat sehat. 

“Burung elang ini termasuk kedalam salah satu satwa liar dilindungi Undang-undang merupakan jenis Elang Ular Bido (Spilornis cheela) secara kasat mata terlihat sehat dan tidak ada cacat, kuku lengkap bulu sayap utuh, paruh runcing tetapi lebih jelasnya nanti tim dokter hewan kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui sehat atau tidaknya elang ini” jelas Ade Kurniadi Karim selaku petugas Polisi Kehutanan Resor Cirebon.


Satwa Elang ini akan dibawa ke kandang transit kantor Resor Cirebon untuk direhabilitasi terlebih dahulu sebelum dibawa ke kandang transit kantor Bidang KSDA Wilayah III Ciamis guna dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan sehingga bisa diketahui kesehatannya yang selanjutnya akan dilepasliarkan kembali ke alam.

“Elang ini sementara kami rehab di kandang transit Resor Cirebon untuk selanjutnya dibawa ke Bidang III Ciamis guna dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan sebelum dilepas liarkan kembali ke habitatnya, dan sebagai sosialisasi ke masyarakat luas tidak bosan bosannya kami menghimbau agar jangan pernah memelihara, menyimpan, memiliki satwa liar dilindungi undang-undang karena merupakan tindakan yang melanggar hukum dan akan dikenakan sanksi pidana” pungkas Ade.

Penulis : Ato - Red.

No comments