Meski Turun, Angka Kemiskinan Di Kabupaten Kuningan Masih Diatas Nasional - Pewarta Semesta

Advertise

Headlines!

Kamis, 16 Mei 2019

Meski Turun, Angka Kemiskinan Di Kabupaten Kuningan Masih Diatas Nasional

PSC. Kuningan - Angka kemiskinan secara nasional dari data Badan Pusat Statistik bulan September Tahun 2018,  mencapai 25,67 juta orang atau 9,66 persen dari total penduduk. Dan untuk Provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama terdapat 3,53 juta orang miskin atau 7,25% dari jumlah penduduk. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Kabupaten Kuningan M Ridho Suganda pada rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan, di Aula Bappeda Kabupaten Kuningan, Kamis (16/5/2019).

Sedangkan untuk Kabupaten Kuningan Tahun 2018, dikatakan-nya, masih terdapat 131.160 orang penduduk miskin atau 12,22 persen dari jumlah penduduk. Mengalami penurunan yang cukup signifikan 2,05 persen. Dari 14,27% pada Tahun 2017 menjadi 12,22% pada Tahun 2018.

“Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih diatas angka nasional dan Jawa Barat. Kondisi ini harus terus menjadi perhatian kita bersama,” pesan-nya.


Menurut Ridho, kemiskinan adalah suatu kondisi seseorang yang tidak memiliki sumber daya dan pendapatan serta kekurangan kebutuhan dasar. "Keadaan tersebut pada umumnya dientaskan melalui  program penanggulangan kemiskinan, dengan upaya perbaikan melalui investasi daerah, pemberdayaan masyarakat tidak mampu, pembukaan lapangan pekerjaan yang lebih banyak serta pemberian bantuan sosial kepada warga miskin yang tidak produktif," jelasnya.

"Upaya tersebut telah dan akan terus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui program yang dilaksanakan oleh dinas, badan dan lembaga yang ada. Dan diharapkan pula, dapat lebih ditingkatkan intensitasnya melalui pemanfaatan anggaran pemerintah desa," imbuhnya.

Hal itu dilakukan dengan memprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga miskin dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Seperti makanan bergizi, pakaian, rumah, air bersih serta akses terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan. 

“Kemiskinan terjadi karena berbagai faktor yang memiliki kompleksitas tinggi. Dalam banyak kasus penyebab dan dampak kemiskinan memerlukan langkah-langkah serta pendekatan yang terencana , terarah, terpadu dan menyeluruh,” pesan Ridho. (Baim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

loading...