Setelah Tertabrak Mobil Juju Suji Janda Miskin Alami Cacat Permanen Mengharapkan Uluran Warga

PSC. Majalengka - Nasib malang dialami oleh Juju Suji seorang janda lanjut usia yang sehari-harinya sebagai pedagang gorengan keliling, kini Ia mengalami cacat betis kaki yang membuatnya tidak bisa beraktifitas seperti biasanya akibat beberapa bulan lalu tertabrak mobil yang diduga dikendarai seorang guru sekolah, ketika Ia sedang berdagang.

" Kejadian kecelakaan lalu-lintas itu pada hari Selasa pada waktu pukul 10.45 WIB  ( 5/5/2018 ). Ketika saya berjalan kaki tiba-tiba saja saya tertabrak oleh kendaraan roda empat atau mobil brio bernopol B 2455 KKP milik dan sedang dikemudikan oleh Dra. Hj. Yati warga Perum Griya Prima Pesona Kadipaten, Jl. Cempaka 1. A 158. Tkp-nya di jalan Desa Dawuan tepatnya depan gedung TK Budi Asih atau depan kantor Desa Dawuan, dari kejadian tersebut saya mengalami patah tulang betis kaki kanan hingga kini mengakibatkan cacat secara permanen, " Ungkap Janda Lansia.


Juju Suji 60 Tahun, yang saat kejadian adalah warga Desa Dawuan Kecamatan Dawuan, namun sekarang sudah pindah dan tinggal di kamar kontrakan di kampung Kawao Desa Pagandon Kecamatan Kadipaten, yang menurutnya harga sewanya lebih murah di banding kontrakan sebelumnya di Desa Dawuan. Ia hidup bersama cucunya yang masih duduk di bangku SMP.
    
Ia merasa kebingungan pasca insiden kecelakaan itu, karena ia tidak bisa berjualan keliling seperti dulu, ia sebelumnya jualan gorengan berkeliling kampung dan hasilnya untuk biaya hidup dan membesarkan Cucunya di tambah untuk bayar kontrakan karena Ia tidak punya tempat tinggal sendiri. Kini Ia hidup dengan mengandalkan bantuan kasih orang lain, Ia merasa sedih dengan nasibnya dan berpikir keras agar cucunya bisa terus sekolah serta tidak kekurangan untuk kebutuhan hidup sehari-harinya.

"Setelah kecelakaan itu, saya mendapatkan perawatan dengan pengobatan selama tiga bulan serta diberikan sejumlah uang oleh Ibu Haji Yeti, namun kondisi saya sekarang jadinya tidak bisa berjalan normal karena harus memakai tongkat karena kaki saya tidak normal seperti dulu dan masih terasa sakit, " jelas Juju.
    

Sementara ditempat terpisah seorang guru sekolah, Dra Hj Yeti menjelaskan insiden kecelakaan yang menurutnya tanpa disengaja dan secara kekeluargaan Ia telah berusaha bertanggungjawab dengan mengobatinya secara semestinya.

"Saya sudah memberikan tanggungjawab sesuai aturan dengan membawa korban ke Rumah Sakit , dengan mengurus asuransi dalam upaya penyembuhan hingga memakai uang pribadi saya. Maka saya selaku warga yang taat aturan, saya rasa saya telah memberikan tanggungjawab yang benar pada Ibu Juju," terang Dra Hj Yeti pada awak media beberapa waktu lalu. 

Penulis; Ato - Leo.
Ket photo; rumah kontrakan.

Posting Komentar

0 Komentar