Diduga Adanya Pungli Biaya Pernikahan di KUA Rajagaluh - Pewarta Semesta

Advertise

Headlines!

Jumat, 26 April 2019

Diduga Adanya Pungli Biaya Pernikahan di KUA Rajagaluh


PSC. Majalengka - Isu dugaan pungutan liar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rajagaluh santer terdengar di tengah Masyarakat karena sudah bukan rahasia lagi kalau melakukan pernikahan di tempat KUA masih saja dikenakan biaya untuk mengurus segala prosesnya agar lancar dan tuntas.

Seperti di ungkapkan Narasumber salah-satu tokoh Masyarakat dan juga selaku angota Ormas di wilayah hukum Kec. Rajagaluh bahwa kabar seperti itu benar adanya dan sudah menjadi kebiasaan setiap ada acara pernikahan, tidak perduli siapapun kepala KUAnya.

"Setiap Kaur Kesra didesa-desa yang berada di Kecamatan Rajagaluh berkeluh kesah pada kami selaku Ormas, dan Alhamdulilah lembaga kami dipercaya sebagai tempat berbagi informasi manakala ada kendala atau apapun yang harus di diskusikan, seperti dugaan Akta cerai palsu yang beredar serta dugaan pungutan liar oleh Kepala KUA Kecamatan Rajagaluh terkait pengondisian untuk melangsungkan acara pernikahan, bahkan, lanjutnya, bahkan katanya H.Wawan sendiri selaku Kepala KUA Kec. Rajagaluh mengintrusikan sendiri kepada Kaur Kesra / Modin untuk bayar Rp. 200.000 rupiah hingga para modin suka mengeluarkan hingga Rp. 500.000, rupiah" Ucap Narasumber yang juga selaku Anggota Ormas.

Lebih lanjut sumber mengatakan, uang tersebut untuk biaya kebersihan setelah acara resepsi pernikahan namun pihak kaur kesra meyakini uang tersebut untuk masuk kantong pribadinya.

"Sebenarnya warga atau siapapun yang punya hajat sudah pahan betul adat ketimuran, setiap ada acara resepsi baik itu di tempat KUA atau di kediaman calon mempelai, warga yang punya hajat selalu memberikan amplop dan roko," tambahnya

Dan menurutnya, aturannya adalah jika persyaratan sudah jelas dan komplit seperti KK, KTP, Andon Nikah, seharusnya tidak ada lagi permasalahan untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk persyaratan dan kalaupun benar isu adanua pembayaran nikah di Kantor KUA berarti itu pungli, fungkas Narasumber

Di tempat terpisah di Kantor KUA Kecamatan Rajagaluh, H. Wawan selaku Kepala KUA Kec. Rajagaluh menanggapi isu dugaan tersebut dengan menjawab sejumlah pertanyaan wartawan media ini menurutnya hal itu tergantung orang menilainya.

" Jadi ibarat orang membangun rumah, kalau mau gratis ya silahkan bangun dan kerjakan sendiri dari mulai pengukuran serta pemasangan adukan batu dan material lainnya.Saya tidak munafik, memang betul tiap kesra suka ngasih uang untuk acara nikah di Kantor ini, namun saya tidak meminta pada kaur kesra atau petugas P3N dari desa manapun. Dan uang tersebut saya kasihkan pada staf kebersihan untuk biaya kebesrihan dan kadang sisanya dikumpulkan untuk membeli karpet di mushola KUA, " jelas Wawan pada media ini. ( Leo/ato )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

loading...