Prilaku Politik Sebelum Terpilih Menjadi Anggota Dewan


Oleh : H. Budi S Rais St
Selaku Pembina Ormas LMPI Kab. Kuningan

PSC Kuningan - Wakil rakyat yang merakyat setidaknya dapat ditengarai dari prilaku politiknya sebelum terpilih sebagai anggota DPR, DPD atau DPRD.

Kita menyaksikan banyak caleg yang menyampaikan slogan "Kami tidak hanya janji, tetapi memberikan bukti." Slogan ini terasa indah di kala kampanye, tetapi lupa janji begitu terpilih menjadi anggota dewan. Itu pula yang sering terjadi setiap pemilu digelar.

Tokoh yang peduli rakyat sebenarnya secara transparan dapat ditengarai jauh hari sebelum berniat mencalonkan diri sebagai caleg. Sebab tokoh yang bersih akan terekam dari kiprahnya ketika dia belum menjadi politisi. Carilah tokoh yang selama ini sudah terbukti sangat peduli kepada lingkungan tempat tinggalnya. Tokoh yang telah memiliki banyak karya untuk warga, misalnya memberdayakan masyarakat untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan dan tokoh yang mau melakukan kontrak politik dengan kita.

Hal penting yang perlu disadari bahwa lembaga dewan sebenarnya bukanlah tempat yang tepat untuk meningkatkan kemampuan diri. Tugas meningkatkan kemampuan diri masing-masing anggota dewan bukan tugas lembaga dewan. Meningkatkan kapasitas atau kemampuan diri kader itu adalah tugasnya partai politik (Parpol). 

Itu sebabnya, sebelum seseorang dicalonkan menjadi anggota dewan, setiap parpol pengusung wajib mempersiapkan kemampuan kadernya secara baik. Ini penting sehingga begitu kadernya terpilih menjadi anggota dewan, kader tersebut tidak perlu lagi 'menggaruk' dana APBD untuk meningkatkan kemampuannya. Tapi ia akan lebih mengkonsentrasikan dirinya pada tugasnya sebagai wakil rakyat, yakni memperjuangkan kepentingan-kepentingan rakyat yang diwakili.

Karena itu pilihlah tokoh yang memiliki rekam jejak yang bersih, jujur dan  kompetensi teruji yang mau melakukan kontrak politik dengan ormas LMPI. Hal semacam itulah yang menandai aspek integritas, kapabilitas dan akseptabilitas sang tokoh.

Tokoh yang tidak mau melakukan kontrak politik dengan LMPI dan mengumpulkan suara dengan memberi uang sogokan masih patut dipertanyakan kredidibilitas dan integritasnya. Boleh jadi perolehan suara dengan cara membeli itu, nantinya akan dijual lebih tinggi lagi begitu begitu ia duduk sebagai wakil rakyat. Apalagi jika hasilnya bukan untuk kepentingan rakyat, tetapi dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan dirinya dan kelompoknya.

Jika demikian, dia bukanlah anggota dewan yang memperjuangkan nasib rakyat agar hidup sejahtera dan nyaman, melainkan mencari kenyamanan untuk diri sendiri melalui fasilitas negara. Ini tergolong wakil rakyat yang tidak bermoral karena mengatasnamakan suara dan kepentingan rakyat, tapi sejatinya untuk memperkaya diri sendiri.

Ini juga gambaran wakil rakyat yang lebih nyaman duduk di singgasana kursi terhormatnya, ketimbang turun ke bawah mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat. ......

Salam kemenangan demi perubahan yang terutama nasib kita semua, LMPI MAJU ,LMPI JAYA , NKRI MERDEKA HARGA MATI (*)

No comments:

Post a Comment