Perasaan Cinta Menyesatkan Ribuan Air Mata Menetes - Pewarta Semesta

BREAKING NEWS

Post Top Ad

Thursday, August 9, 2018

Perasaan Cinta Menyesatkan Ribuan Air Mata Menetes


Cerpen

Penulis Afs82

Dikutip dari sumber Pengertian Cinta salah-satunya adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Ilustrasi

Seperti dialami Sutejo 36 Tahun (Bukan Nama Sebenarnya) pria asal kota Bogor dirinya menceritakan suasana hatinya saat ini kepada penulis melalui Via Whatshapp tertanggal 09-07-18. Sutejo bercerita, beberapa bulan ini dari dua bulan kebelakang mengalami gangguan kejiwaan prasaan yang tidak menentu, entah prasaan cinta, entah sayang atau Nafsu, Sutejo pun tidak memahami namun menilai sementara yang dialaminya adalah prasaan sayang kepada perempuan lain. Sutejo yang sudah menikah beberapa tahun yang lalu dan belum dikarunia anak dalam isi curhatannya bahwa dirinya mempunyai perasaan kepada seorang wanita bernama Surti (Bukan Nama Sebenarnya) asal kota Indramayu yang memiliki suami

Dikatakan Sutejo, Beberapa tahun yang lalu saya mengenal wanita itu sebelum saya dan wanita itu sama-sama menikah dengan orang lain dan walaupun sudah masing-masing menikah kita sering berjumpa dan berkomunikasi bercanda bahkan jalan bersama-sama dibarengi keluarga masing-masing

Seiring waktu berjalan entah datangnya dari mana aneh bin ajaib tiba-tiba otak, pikiran dan jiwa kacau balau tidak menentu memporakporandakan akal sehat ini, wanita itu selalu hadir dalam angan dalam mimpi setiap harinya seolah olah membius sekujur tubuh. "kadang suka mengalami kangen dan rindu begitu berat pada perempuan itu." Kata Sutejo pada penulis

Sutejo menuturkan dalam tulisannya bahwa perasaan yg hadir dalam dirinya menduga bukanlah suatu yg lumrah atau wajar dan Sutejo pun memahami akan hal itu, sehingga coba melawan sekuat tenaga dan pikirannya agar bayangan perempuan tersebut hilang dan sirna dari pikirannya, sehingga Sutejo bisa kembali Normal menjadi lelaki sejati.

"Pak saya ingin sembuh dari penderitaan seperti ini, penderitaan prasaan yang tidak jelas pada Surti." Keluhnya. "Saya seperti anak muda ketika pertama jatuh cinta pada perempuan, setiap hari wajahnya selalu hadir menemani pikiran dan ini adalah hal yang konyol." imbuhnya

Disisi lain Sutejo menilai bahwa bisa juga perasaan itu memang hadir secara natural sehubungan sudah masing-masing berumah tangga akhirnya perasaan itu dikubur dalam-dalam dan sama-sama mengedepankan idealis dan egoisme.

"Adanya cerita ini dunia akan mengutuk apa yang terjadi adalah sesuatu yang tidak sehat bahkan duniapun mengutuk keras akan tetapi berbicara perasaan hanya tuhan yang mengetahuinya" Ujarnya.

Lebih lanjut Sutejo mengungkapkan pada penulis mengenai perasaannya pada Surti akan diungkapkan dan apapun jawabannya itu adalah kemenangan walaupun dari jawaban tersebut menyakitkan. karena pada hakekat Sutejo ingin kembali normal dan tidak ingin terbelenggu. Sebelum Sutejo mengakhiri ceritanya berkata kepada penulis untuk menyampaikan unek uneknya dan permohonan maaf kepada wanita itu

"Saya hanya manusia biasa dan lemah mungkin ini ujian berat dari Tuhan untuk saya agar bisa lebih kuat dan hebat menjalani sebuah arti kehidupan kedepannya atau mungkin Iblis sedang merasuk keseluruh tubuh untuk menyesatkan umatnya, karena tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang mustahil walaupun terjadi akan ada ribuan air mata menetes" Fungkas Sutejo dengan diiringi air matanya.

Setelah penulis mendengarkan curhatan hati Sutejo, penulis berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari tahu siapa perempuan itu dan Nomer telponnya tak kunjung lama penulis langsung mendapatkan No telpon Surti perempuan yang disebutkan Sutejo.

Setelah berkomunikasi agak lama dengan Surti melalui telpon genggam akhirnya Surti memberikan komentarnya ia mengatakan, Sutejo itu rakus, tidak sadar diri, pecundang, dan apapun yang terjadi Surti tidak punya perasaan apapun kepada Sutejo, "Walaupun suami saya melakukan suatu tindakan kebodohan sekalipun saya tetap mencintainya dan tetap akan saling menghargai dan tidak akan pernah berpaling kelain hati. Kalau Sutejo memang benar terkena santet lebih baik dirukiyah saja, dan kalau ada bahasa bahwa saya yang menyantet atau mengguna-guna itu tidak benar. Sebaiknya Sutejo istigfar dan Sholat istiqoroh memohon petunjuk pada Tuhan" Cetus Surti pada penulis.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

loading...